PAPUA — Pabrikan bintang tiga memulai produksi massal sedan listrik C-Class di pabrik Bremen, Jerman, pekan lalu. Model ini merupakan generasi pertama C-Class yang sepenuhnya bertenaga baterai, menandai pergeseran signifikan dari lini model yang selama puluhan tahun mengandalkan mesin pembakaran internal.
Berbeda dengan EQC yang merupakan versi listrik dari GLC, C-Class listrik dibangun di atas platform khusus kendaraan listrik modular Mercedes-Benz, yaitu MMA (Mercedes Modular Architecture). Platform ini dirancang dari awal untuk motor listrik dan paket baterai yang terintegrasi ke lantai kendaraan.
Dengan platform khusus, Mercedes-Benz mengklaim ruang kabin C-Class listrik lebih lega dibanding versi bermesin bensin. Tidak ada terowongan transmisi di tengah, sehingga kaki penumpang belakang memiliki ruang lebih lapang.
Pabrik Bremen selama ini dikenal sebagai pusat produksi C-Class bermesin bensin dan diesel. Dengan dimulainya produksi C-Class listrik, pabrik tersebut resmi menjadi lini produksi kendaraan listrik Mercedes-Benz bersama pabrik di Sindelfingen dan Rastatt.
Investasi yang digelontorkan untuk konversi lini produksi di Bremen tidak disebutkan secara rinci oleh perusahaan. Namun, proses adaptasi pabrik disebut memakan waktu dua tahun termasuk pelatihan ulang tenaga kerja dan pemasangan peralatan perakitan baterai.
Meski Mercedes-Benz belum merilis detail lengkap, beberapa spesifikasi C-Class listrik sudah bocor dari dokumen homologasi Eropa. Motor listrik yang digunakan berkekuatan sekitar 200 kW (268 hp) untuk varian dasar, dengan baterai berkapasitas 80 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 550 km dalam siklus WLTP.
Belum ada pernyataan resmi dari Mercedes-Benz Indonesia mengenai ketersediaan C-Class listrik di pasar lokal. Jika mengikuti pola peluncuran EQS dan EQE, jarak antara produksi global dan peluncuran di Indonesia biasanya berkisar 6-12 bulan.
Mengingat C-Class merupakan model terlaris Mercedes-Benz di Indonesia, kehadiran versi listriknya diprediksi akan menjadi game changer di segmen sedan premium listrik tanah air. Saat ini, BMW i4 menjadi pemain dominan di segmen tersebut dengan harga mulai dari Rp 1,5 miliar.