PAPUA — Kegagalan ini terjadi hanya beberapa pekan setelah uji terbang perdana Starship V3 pada Mei lalu. Misi sebelumnya memang berhasil lepas landas dan menyebarkan simulator Starlink ke luar angkasa, namun gagal total dalam simulasi pendaratan booster Super Heavy di Teluk Meksiko. FAA baru saja memberi izin terbang lagi awal pekan ini setelah meninjau penyebab kegagalan tersebut.
Proses hitung mundur sempat berjalan mulus hingga jeda singkat di T-minus satu menit. Setelah jeda berlalu, sistem water deluge di landasan menyala dan mesin booster mulai menyala. Namun, semua mesin tiba-tiba mati total.
Grafik siaran langsung SpaceX menunjukkan empat dari enam mesin Raptor baru tidak menyala saat ignition. "Beberapa mesin tidak menyala, memicu pembatalan peluncuran otomatis," tulis Musk di platform X. Ia menambahkan dua mesin akan diganti sebelum percobaan berikutnya.
Harga saham SpaceX ditutup di bawah harga IPO 135 dolar AS (sekitar Rp 2,2 juta) pada hari yang sama. Nilai saham langsung merosot lebih dari 4 persen di perdagangan setelah jam bursa, meski kemudian sedikit pulih. IPO SpaceX pada 12 Juni lalu merupakan yang terbesar dalam sejarah, mengumpulkan dana lebih dari 85 miliar dolar AS.
Misi kali ini sebenarnya membawa satelit Starlink generasi ketiga yang rencananya akan terbakar di atmosfer sekitar 20 menit setelah dilepas. Starship V3 belum pernah mencapai orbit Bumi, sehingga satelit-satelit itu memang didesain untuk hancur. Keberhasilan misi ini penting bagi SpaceX untuk membuktikan konsep "pusat data orbital" secara teknis dan ekonomis.
Starlink saat ini menjadi satu-satunya lini bisnis SpaceX yang sudah untung dan penyumbang pendapatan terbesar. Roket Starship dan satelit Starlink adalah dua pilar utama ambisi perusahaan mewujudkan pusat data di orbit. Kegagalan beruntun ini jelas menjadi pukulan bagi jadwal pengembangan yang sudah sangat ambisius.
Spacex kini harus mengeluarkan seluruh propelan dari booster Super Heavy dan tahap atas roket sebelum menyelidiki secara detail apa yang salah. Tim teknis akan memeriksa data penerbangan dan komponen mesin yang gagal menyala.