MAMBERAMO TENGAH — Rata-rata pengeluaran per kapita untuk kebutuhan kecantikan di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, mencapai Rp 17.180 per bulan pada 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ini tumbuh 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan belanja sebesar Rp 1.076 per orang setiap bulannya. Meski naik, porsi belanja kecantikan masih sangat kecil, hanya 1,01 persen dari total pengeluaran masyarakat yang mencapai Rp 1,7 juta per kapita per bulan.
Sepanjang 2018 hingga 2024, pola belanja kecantikan warga Mamberamo Tengah bergerak naik-turun tajam. Titik terendah terjadi pada 2021, saat pengeluaran hanya Rp 7.949 per kapita per bulan — anjlok dari Rp 14.225 pada tahun sebelumnya.
Setahun kemudian, 2022, terjadi lonjakan 127,6 persen yang menjadikannya periode dengan pengeluaran tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun secara nominal kecil, belanja kecantikan di wilayah pegunungan Papua sangat sensitif terhadap perubahan ekonomi rumah tangga.
Dibandingkan kebutuhan lain, belanja kecantikan masih berada di urutan bawah. Data BPS menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita untuk makanan jadi mencapai Rp 77.571 per bulan, rokok dan tembakau Rp 68.918, serta sabun mandi Rp 61.144. Ketiganya jauh melampaui alokasi untuk perawatan tubuh dan penampilan.
Secara nasional, Mamberamo Tengah menempati peringkat 479 dari seluruh kabupaten/kota untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Di tingkat Provinsi Papua Pegunungan, wilayah ini berada di urutan keenam dari tujuh kabupaten, hanya unggul dari Kabupaten Yahukimo.
Kabupaten Lanny Jaya memimpin dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di provinsi tersebut, yakni Rp 49.459 per kapita per bulan — tumbuh 40,5 persen. Disusul Jayawijaya Rp 39.961, Pegunungan Bintang Rp 26.124, Yalimo Rp 24.301, dan Nduga Rp 17.696. Peringkat antar-kabupaten tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
Lanny Jaya juga konsisten menjadi yang teratas untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Total belanja per kapita wilayah itu mencapai Rp 3,03 juta per bulan pada 2024, tumbuh 38,9 persen. Bahkan, kabupaten ini menjadi satu-satunya yang mencatat pertumbuhan positif untuk seluruh kategori pengeluaran utama.
Secara keseluruhan, total pengeluaran per kapita warga Mamberamo Tengah pada 2024 tercatat Rp 1.700.959 per bulan, naik 1,9 persen. Kenaikan ini didorong oleh belanja bukan makanan yang tumbuh 13,8 persen. Namun, pengeluaran makanan justru turun 2,5 persen.
Kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Yalimo yang sempat berada di peringkat kedua total pengeluaran tahun sebelumnya. Pada 2024, seluruh kategori belanja di sana turun drastis: total pengeluaran per kapita anjlok 17,8 persen menjadi Rp 2,82 juta, dengan penurunan terdalam pada kategori bukan makanan minus 15,9 persen dan makanan minus 19,2 persen.