Setelah Lima Tahun Mandek, SMA YPPGI Sentani di Jayapura Naik Akreditasi dari C ke B dan Targetkan 500 Siswa

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:36:31 WIB
Kepala SMA YPPGI Sentani, Teli Tabuni, menunjukkan akreditasi B yang diterima pada tahun ajaran 2025-2026.

SENTANI — Status akreditasi sebuah sekolah kerap menjadi penentu kepercayaan masyarakat. Bagi SMA YPPGI Sentani di Kabupaten Jayapura, perjalanan menuju akreditasi B adalah kerja keras selama bertahun-tahun yang sempat terhenti akibat pandemi.

Kepala SMA YPPGI Sentani, Teli Tabuni, mengungkapkan bahwa sejak sekolah berdiri pada 1985, status akreditasi tidak pernah mengalami peningkatan. "Sebelumnya sekolah ini dikenal sebagai sekolah rujukan bagi siswa-siswa bermasalah. Kami melakukan evaluasi dan bekerja keras agar SMA YPPGI bisa sejajar dengan sekolah lain. Puji Tuhan pada tahun ajaran 2025-2026 kami memperoleh akreditasi B," kata Tabuni di Sentani, Jumat (17/7/2026).

Dampak Langsung: Jumlah Siswa Melonjak Hingga 320 Orang

Peningkatan kualitas sekolah ternyata langsung direspons positif oleh warga. Jika sebelumnya jumlah siswa sulit menembus angka 200 orang, kini SMA YPPGI Sentani memiliki sekitar 320 siswa setelah menerima 90 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. "Kami melihat peningkatan jumlah siswa sebagai tanda bahwa masyarakat mulai percaya kepada SMA YPPGI Sentani. Target kami tahun depan bisa mencapai 400 sampai 500 siswa," ujar Tabuni.

Sekolah juga menerapkan disiplin belajar yang lebih ketat. Kegiatan belajar mengajar kini berlangsung hingga pukul 14.30 Waktu Papua (WP) dengan seluruh mata pelajaran telah memiliki guru pengampu. Saat ini, SMA YPPGI Sentani memiliki 19 guru yang sebagian besar berstatus aparatur sipil negara dan telah mengantongi sertifikat pendidik. Namun, sekolah masih membutuhkan tambahan guru untuk mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Agama.

Orang Tua Masih Jadi Tantangan: Tingkat Kehadiran Rapat Wali Murid Rendah

Di balik capaian tersebut, Teli Tabuni menyoroti satu persoalan yang belum tuntas: minimnya partisipasi orang tua. "Kalau hanya sekolah yang bekerja tentu tidak bisa. Pendidikan harus didukung orang tua sejak anak berada di rumah," katanya. Ia mengimbau wali murid untuk memastikan anak disiplin belajar, melengkapi kebutuhan sekolah, dan mengawasi pergaulan di luar lingkungan sekolah.

Wakil Kepala SMA YPPGI Sentani Bidang Kesiswaan, Fetri Wuryandari, menambahkan bahwa peningkatan akreditasi merupakan hasil kerja bersama seluruh warga sekolah. "Puji Tuhan kami mendapatkan hasil yang lebih baik daripada sebelumnya. Menurut saya akreditasi sekolah sangat membantu meningkatkan kualitas sekolah dan menjadi penilaian masyarakat terhadap sekolah," kata Fetri. Ia menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar penilaian administrasi, melainkan tolok ukur kualitas pendidikan yang harus dipertanggungjawabkan.

Target Berikutnya: Akreditasi A dalam Lima Tahun

Pihak sekolah tidak berhenti di akreditasi B. Target berikutnya adalah meraih akreditasi A dalam lima tahun mendatang. "Kami ingin lulusan sekolah memiliki daya saing lebih tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri," kata Tabuni. Seluruh program yang direncanakan kini wajib dilaksanakan dan didokumentasikan sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan.

Reporter: Fajar
Sumber: jubi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top