Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Babak Pertama 0-0, Dominasi Penguasaan Bola Tanpa Peluang Berbahaya

Penulis: Ragil  •  Senin, 20 Juli 2026 | 06:29:01 WIB
Spanyol mendominasi penguasaan bola sepanjang babak pertama final Piala Dunia 2026 melawan Argentina, namun belum mampu menciptakan peluang berbahaya.

PAPUA — Laga pamungkas Piala Dunia 2026 mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, pada Senin (20/7) dini hari WIB. Babak pertama yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, justru menyajikan tempo lambat dan minim aksi krusial di kedua kotak penalti.

Dominasi Bola Spanyol, Pertahanan Argentina Kokoh

Spanyol langsung menguasai aliran bola sejak menit awal. Rencana permainan Luis de la Fuente berjalan sempurna: pressing tinggi dan penguasaan bola ketat membuat Argentina kesulitan mengembangkan serangan. Julian Alvarez dan lini depan Albiceleste nyaris tak mendapat suplai bola.

Rodri menjadi motor permainan di lini tengah, mengatur ritme dan memutus distribusi bola ke pemain sayap Argentina. Hasilnya, Argentina gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang 45 menit pertama.

Dua Peluang Spanyol di 10 Menit Terakhir

Peluang pertama Spanyol lahir di awal babak pertama lewat Lamine Yamal. Pemain muda Barcelona itu berhasil lolos dari jebakan offside dan melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, namun bola masih bisa diblok Lisandro Martinez sebelum diamankan Emiliano Martinez.

Memasuki 10 menit terakhir, Spanyol kembali mengancam. Mikel Oyarzabal melepaskan tembakan kaki kiri dari depan kotak penalti pada menit ke-38, tetapi masih bisa diamankan Emiliano Martinez. Empat menit berselang, giliran Marc Cucurella yang mencoba peruntungan dari luar kotak penalti, namun bola melenceng di sisi kiri gawang.

Catatan: 0 Tembakan Tepat Sasaran Argentina, Final Paling Alot?

Statistik babak pertama menunjukkan dominasi Spanyol yang mutlak dalam penguasaan bola, namun tanpa efektivitas di lini depan. Argentina justru tampil di luar ekspektasi dengan tidak mampu menciptakan satu pun peluang berbahaya. Laga alot ini juga diwarnai sejumlah pelanggaran keras dari kedua tim.

Pelatih Lionel Scaloni dipastikan harus melakukan perubahan strategi di babak kedua. Jika tidak, Argentina berisiko kehilangan momentum dan membiarkan Spanyol terus mengontrol pertandingan. Sebaliknya, Spanyol perlu meningkatkan kreativitas di sepertiga akhir lapangan untuk memecah kebuntuan.

Reporter: Ragil
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top