JAYAPURA — Pelni memastikan kesiapannya bersinergi dengan pemda dalam program kapal subsidi ini. Daulat menyebut kehadiran kapal tambahan akan melengkapi layanan yang sudah ada, terutama pada rute-rute yang belum optimal dijangkau armada Pelni.
Menurut Daulat, kapal subsidi juga diharapkan mampu mengurai kepadatan penumpang di kapal Pelni. Hal ini terutama berlaku pada rute dengan permintaan tinggi, sehingga pelayanan bisa berjalan sesuai kapasitas tempat duduk dan standar keselamatan pelayaran.
"Pada prinsipnya kami mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Papua karena akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses ekonomi di kawasan pesisir," kata Daulat dalam keterangannya.
Daulat menambahkan, pengoperasian kapal subsidi berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kelancaran mobilitas, distribusi barang dan jasa diharapkan lebih efisien, yang pada gilirannya meningkatkan aktivitas perdagangan antarpulau.
"Kami berharap pengoperasian kapal subsidi milik Pemerintah Provinsi Papua manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, terutama yang berada di daerah pesisir dan wilayah yang masih terbatas akses transportasi lautnya," ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Papua masih menghitung kemampuan fiskal daerah. Kepala Bapperida Provinsi Papua, Muflih Musaad, mengatakan angka pasti jumlah kapal dan besaran anggaran belum bisa ditentukan saat ini.
"Setelah itu baru dapat ditentukan besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk mendukung penyelenggaraan transportasi laut bersubsidi," kata Muflih.
Pelni sendiri menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan layanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Sinergi dengan pemerintah daerah disebut sebagai kunci untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah kepulauan dan pesisir Papua.