JAYAPURA — Tiga kapal TNI AL secara bergantian menyisir perairan Kota Jayapura hingga batas negara. Operasi Garuda Jaya digelar untuk menekan aksi penyelundupan yang marak di wilayah perbatasan, termasuk narkotika jenis ganja dan barang ilegal lainnya.
Mayjen TNI (Mar) Sugianto mengakui patroli hanya bisa dilakukan di perairan teritorial karena keterbatasan sarana. Meski begitu, pengawasan tetap diperketat di titik-titik yang diduga sering dijadikan jalur penyelundupan.
"Patroli hanya dapat dilakukan di perairan teritorial karena keterbatasan sarana," kata Dankodaeral X Mayjen TNI (Mar) Sugianto di Jayapura, Senin.
Selain mengandalkan patroli laut, TNI AL juga mengajak masyarakat pesisir untuk ikut mengawasi. Warga diminta tidak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di perairan.
"Jangan ragu untuk melaporkan atau menginformasikan ke aparat keamanan agar informasi tersebut ditindak lanjuti," kata Sugianto.
Wilayah kerja Kodaeral X yang membentang di perbatasan RI-PNG dikenal sebagai salah satu jalur rawan penyelundupan. Barang ilegal seperti narkotika kerap diselundupkan melalui jalur laut karena minimnya pengawasan di titik-titik tertentu.
Operasi Garuda Jaya menjadi salah satu upaya untuk menutup celah tersebut. Dengan pengawasan yang lebih intensif, TNI AL berharap aktivitas ilegal di perairan Jayapura bisa ditekan secara signifikan.