JAYAPURA — Perjalanan Marlina menuju kokpit Airbus A320 dimulai dari kegagalan. Pada 2014, ia gagal lolos seleksi pramugari Garuda Indonesia. Alih-alih menyerah, perempuan kelahiran Jayapura, 15 Desember 1995, itu justru kian mantap mengejar mimpi menjadi pilot profesional.
Marlina menempuh pendidikan dasar di Jayapura dan Yogyakarta sebelum akhirnya terbang ke luar negeri. Pada 2015, ia belajar di Asian Institute of Aviation, Filipina, dan berhasil meraih lisensi Private Pilot License (PPL) serta Commercial Pilot License/Instrument Rating (CPL/IR).
Sekembalinya ke Indonesia, ia menyelesaikan pelatihan lanjutan Type Rating Airbus A320 di Global Training Aviation (GTA), Tangerang. Lisensi yang ia kantongi menjadi syarat mutlak untuk menerbangkan pesawat jenis Airbus A320 yang digunakan oleh hampir semua maskapai komersial di Tanah Air.
Keberhasilan Marlina tak lepas dari dukungan beasiswa Otonomi Khusus (Otsus) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Program ini menjadi bukti bahwa afirmasi pendidikan bagi putra-putri Papua mampu melahirkan sumber daya manusia kelas dunia.
Marlina Chlara Sesa kini menjadi simbol bahwa perempuan Papua mampu bersaing di industri penerbangan yang selama ini didominasi laki-laki. Kisahnya diharapkan menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan Papua, untuk berani mengejar cita-cita di dunia aviasi.