SERUI — Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen terus menggenjot cakupan imunisasi bayi baru lahir yang saat ini telah mencapai 80 persen dari total sasaran. Kepala Dinkes setempat, Karolis Tanawani, menegaskan imunisasi adalah program nasional prioritas yang wajib diberikan sejak usia kurang dari satu minggu untuk membentuk kekebalan tubuh anak.
“Imunisasi merupakan program nasional yang wajib diberikan kepada setiap bayi sejak lahir. Program ini bertujuan membentuk kekebalan tubuh anak sehingga terlindungi dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” kata Karolis di ruang kerjanya, Rabu (23/7/2026).
Bayi harus mulai mendapatkan imunisasi sejak usia di bawah satu minggu. Selanjutnya, pemberian vaksin dilakukan bertahap sesuai jadwal pemerintah yang meliputi HB-0, BCG, Polio, DPT, hingga imunisasi Campak pada usia sembilan bulan.
Pembiayaan pelaksanaan imunisasi didukung melalui Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang dikelola puskesmas. Dinkes setempat memperkuat layanan imunisasi rutin melalui posyandu di setiap wilayah.
Jika cakupan imunisasi belum mencapai target, petugas kesehatan akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada bayi dan balita yang terlewat mendapatkan layanan imunisasi.
“Kami berharap seluruh masyarakat membawa anaknya ke posyandu. Jika target belum tercapai, petugas akan turun langsung mengunjungi rumah-rumah warga agar tidak ada bayi dan balita yang terlewat mendapatkan imunisasi,” jelas Karolis.
Karolis mengakui masih ada tantangan di lapangan, terutama kekhawatiran sebagian orang tua karena anak harus menerima suntikan. Namun, ia menegaskan manfaat imunisasi jauh lebih besar dibandingkan rasa tidak nyaman saat penyuntikan.
“Memang masih ada orang tua yang khawatir karena anak harus disuntik. Namun berdasarkan hasil riset dan rekomendasi WHO, imunisasi sangat penting untuk membentuk kekebalan tubuh sejak bayi sehingga anak terlindungi dari berbagai penyakit yang dapat dicegah,” tuturnya.
Menurut Karolis, berbagai penelitian serta rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan imunisasi efektif membentuk kekebalan tubuh dan melindungi anak dari penyakit berbahaya yang dapat dicegah. Dinkes menargetkan cakupan imunisasi terus meningkat melalui dukungan seluruh masyarakat.
“Kami mengajak seluruh orang tua agar tidak ragu membawa bayi dan balitanya untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Imunisasi adalah investasi kesehatan bagi masa depan anak,” pungkasnya. (Ainun Faathirjal)