MIMIKA — Semangat membangun ekonomi berbasis potensi lokal kembali menguat di pesisir Kabupaten Mimika. Melalui Program Kampung Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, masyarakat Kampung Manuare kini optimistis mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan jangka panjang.
Program penanaman pohon kelapa menjadi andalan utama warga. Ketua Pokja Kampung Manuare, Yohanis Yopi Timakopea, mengatakan pilihan ini didasari potensi kelapa yang sangat besar di wilayah pesisir setempat.
"Menanam kelapa bukan hanya untuk hari ini, melainkan menjadi warisan ekonomi bagi anak cucu. Potensi kelapa di pesisir sangat besar dan perlu dikelola dengan baik agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Yohanis usai pembentukan pengurus Pokja, Kamis (23/7/2026).
Warga berharap hasil kebun kelapa nantinya tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga bahan baku industri minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO). Produk VCO selama ini menjadi salah satu program pemberdayaan ekonomi unggulan YPMAK.
Selain sektor perkebunan, Pokja juga memfasilitasi pengadaan 12 unit mesin motor perahu berkapasitas 15 PK. Bantuan ini diharapkan mempercepat mobilitas warga dan distribusi hasil bumi antarwilayah pesisir yang selama ini bergantung pada transportasi laut.
Yohanis mengaku bersyukur masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada pengurus lama. Menurutnya, ini menjadi motivasi untuk bekerja lebih maksimal hingga masa kepengurusan berakhir, sebelum dilakukan regenerasi pada tahun depan.
"Kami bersyukur masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada kami. Ini menjadi tanggung jawab untuk meningkatkan kinerja agar seluruh program yang telah disepakati bersama dapat berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Kepala Kampung Manuare, Amandus Timakopea, menegaskan Program Kampung YPMAK bukan sekadar menyalurkan dana. Lebih dari itu, program ini mengedukasi masyarakat untuk merencanakan, melaksanakan, hingga mempertanggungjawabkan setiap kegiatan secara transparan.
"Pengurus Pokja harus mampu bekerja sama dengan masyarakat. Jangan hanya mengejar keuntungan lalu mengabaikan kebersamaan. Jika koordinasi berjalan baik, manfaat program akan benar-benar dirasakan masyarakat dan tujuan pemberdayaan dapat tercapai," tegas Amandus.
Seluruh tahapan—mulai dari penyusunan program bersama masyarakat, pencairan anggaran, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)—menjadi proses pembelajaran penting dalam membangun kemandirian kampung.
Pengurus Pokja Kampung Manuare periode saat ini terdiri dari Ketua Yohanis Yopi Timakopea, Sekretaris Silvester Warta, Bendahara Florida Timakopea, serta anggota Serfandus Utuma dan Anselmus Okoro. Program Kampung YPMAK dirancang untuk mendorong pengembangan ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal sesuai kebutuhan tiap kampung, dengan harapan melahirkan kampung yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.