Harga CPO Tembus Rekor 15 Pekan, Reli Tiga Minggu Berturut-turut Ditopang B50 dan Permintaan China

Penulis: Saiful  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 17:01:01 WIB
Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup menguat 1,10 persen menjadi 4.762 ringgit per ton pada perdagangan hari ini.

PAPUA — Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup menguat 1,10 persen menjadi 4.762 ringgit per ton pada pukul 14.59 WIB. Sepanjang pekan ini, kontrak tersebut telah mengakumulasi kenaikan sebesar 3,59 persen, menandai reli mingguan ketiga secara berturut-turut.

Faktor Pendorong: Energi hingga Mandat B50

Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, mengatakan reli ini didorong oleh tiga faktor utama. Pertama, kenaikan harga energi global yang ikut mengerek minat pasar terhadap komoditas substitusi. Kedua, rebound kontrak olein sawit di Bursa Dalian, China, yang mencatatkan penguatan 1,33 persen.

"Reli bullish berlanjut karena didukung kenaikan harga energi, penguatan kembali kontrak olein sawit di Bursa Dalian, prospek pasokan minyak sawit Indonesia yang lebih ketat setelah peluncuran mandat biodiesel B50, serta permintaan baru dari China," ujar Bagani dikutip Reuters.

Faktor ketiga yang paling krusial adalah prospek pasokan minyak sawit Indonesia yang diprediksi menyusut. Peluncuran mandat biodiesel B50 oleh pemerintah Indonesia diproyeksikan mengalihkan sebagian besar pasokan CPO domestik untuk campuran bahan bakar nabati, sehingga mengurangi volume yang tersedia untuk ekspor.

Dampak ke Pasar Global dan Pelaku Usaha

Di bursa komoditas lainnya, pergerakan harga minyak nabati menunjukkan arah yang beragam. Kontrak minyak kedelai yang paling aktif di Bursa Dalian naik 0,88 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama menguat 1,33 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) justru melemah tipis 0,23 persen.

Bagi pelaku usaha di Indonesia, terutama perusahaan perkebunan kelapa sawit dan eksportir CPO, reli harga ini menjadi momentum positif di tengah tekanan biaya produksi. Namun, para analis memperingatkan bahwa penguatan harga juga berpotensi memicu kenaikan harga minyak goreng di pasar domestik jika pasokan ke dalam negeri tidak dijaga.

Permintaan baru dari China menjadi katalis tambahan yang memperkuat posisi tawar CPO Indonesia di pasar global. Negeri Tirai Bambu merupakan salah satu importir utama minyak sawit dunia, dan peningkatan aktivitas pembelian dari negara tersebut memberikan sinyal positif bagi kelanjutan tren kenaikan harga dalam jangka pendek.

Reporter: Saiful
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top