MOANEMANI — Tujuh bilah pisau tanpa izin diamankan dalam operasi rutin yang ditingkatkan (KRYD) Polres Dogiyai. Barang bukti itu dibawa warga yang melintas di tiga titik pemeriksaan, dan pemiliknya tak bisa menunjukkan alasan sah atas kepemilikan sajam tersebut.
Seluruh pisau kini disita di Mapolres Dogiyai untuk proses hukum lebih lanjut. Operasi berlangsung aman, tidak ada perlawanan dari masyarakat yang diperiksa.
Kegiatan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Dogiyai, AKP Harsyad Sabbe Rety. Ia didampingi Kabag SDM IPTU Bambang Triyatwoko, Kasat Lantas IPDA Dodi Sugiarto, Kasat Tahti AIPTU Abdullah Sanaki, serta Danton Brimob Papua IPDA M. Saleh dan Danton Brimob Papua Barat IPDA Purwito.
Sebanyak 28 personel Polres, satu regu Brimob Polda Papua, dan satu regu Brimob Polda Papua Barat dibagi dalam tiga regu. Setiap regu mendapat tugas setelah apel pada pukul 09.00 WIT.
Regu pertama ditempatkan di depan Pos Kotis. Regu kedua memeriksa kendaraan di kawasan pertigaan Puskesmas. Regu ketiga berjaga di Jalan Trans Kampung Ekemanida. Sejak pukul 09.30 WIT, aparat memeriksa kendaraan roda dua dan roda empat serta barang bawaan yang melintas secara selektif dan humanis.
AKP Harsyad menegaskan operasi ini bagian dari kehadiran Polri di tengah masyarakat. “Kegiatan ini bentuk kehadiran Polri untuk mencegah peredaran sajam dan meminimalisir potensi gangguan kamtibmas di Dogiyai,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan tujuh buah pisau yang dibawa sejumlah warga. Karena tidak ada alasan yang dapat dibenarkan atas kepemilikan atau pembawaannya, barang bukti langsung diamankan ke markas Polres Dogiyai untuk diproses sesuai ketentuan.
Masyarakat yang diperiksa bersikap kooperatif. Situasi sepanjang operasi berlangsung aman dan kondusif. Operasi ditutup dengan apel konsolidasi pukul 10.20 WIT dan resmi berakhir pukul 10.30 WIT.
KRYD razia sajam merupakan langkah preventif yang rutin dilaksanakan Polres Dogiyai untuk menekan angka kriminalitas dan mengantisipasi potensi konflik. Kepolisian menilai pemeriksaan berkala di titik-titik dengan mobilitas tinggi lebih efektif daripada tindakan represif.
Polres Dogiyai memastikan operasi serupa akan terus dilakukan. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak membawa senjata tajam tanpa kepentingan yang jelas. Mari bersama-sama menjaga Dogiyai tetap aman, tertib, dan damai,” tutup AKP Harsyad.