Komunitas Sastra Papua dan Dinas Budpar Dogiyai Sepakat Bangun Taman Belajar Berbasis Cerita Rakyat Kampung Adat

Penulis: Yasir  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 19:10:01 WIB
Komunitas Sastra Papua dan Dinas Budpar Dogiyai sepakat membangun Taman Belajar Rakyat berbasis cerita rakyat Kampung Adat di Dogiyai, Papua.

DOGIYAI — Gagasan Taman Belajar Rakyat yang diusulkan Komunitas Sastra Papua (Ko'sapa) mendapat sambutan hangat dari Dinas Budpar Dogiyai. Kedua pihak sepakat untuk mengangkat nilai-nilai lokal dari cerita rakyat yang nyaris punah menjadi pusat refleksi dan dialog antarmasyarakat adat. Aleks Gaadaabi Giyai, penggagas ide tersebut, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan mendokumentasikan cerita rakyat, mitologi, dan legenda di kampung yang selama ini ada tapi diabaikan.

Dokumentasi Cerita Rakyat yang Terabaikan

Dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Pustaka Kebadabi Mapidoba, Aleks menyerahkan konsep pengembangan literasi yang tertuang dalam dua buku karyanya. Ia menekankan bahwa cerita-cerita rakyat akan diolah untuk membangun taman-taman baca. "Nilai-nilai dari cerita tersebut nantinya akan diangkat untuk membangun taman-taman baca rakyat, sehingga ke depan setiap pengunjung yang datang ke kampung dapat menjadikannya sebagai pusat refleksi dan dialog antar masyarakat adat," ungkap Aleks.

Sejalan dengan 11 Objek Pemajuan Kebudayaan

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Budpar Kabupaten Dogiyai, Natan Naftali Tebai, menyebut konsep Ko'sapa sejalan dengan sebelas objek pemajuan kebudayaan yang dapat menopang program dinas. Menurut Natan, upaya menjangkau dan membangun masyarakat adat tidak hanya memerlukan anggaran, tetapi juga pengetahuan dan harus didasarkan pada program-program dari masyarakat adat itu sendiri. "Pembangunan harus berdasar pada program-program dari masyarakat adat," tegasnya saat menerima kunjungan tersebut.

Pembangunan Berbasis Masyarakat Adat

Natan menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya menseriusi kerja sama dengan Ko'sapa dalam waktu mendatang. Rencananya, seluruh anak muda di Dogiyai akan dilibatkan untuk melakukan pendataan dan pendokumentasian budaya. "Ko'sapa merupakan rumah untuk mencerdaskan generasi, sehingga penting diperhatikan gerakan yang dicetuskan oleh anak-anak Papua yang berkecimpung di dalamnya," ujar Natan. Ia berharap kontribusi Ko'sapa bisa menjadi modal nyata mewujudkan visi "Dogiyai Cerdas, kuat dan mau bersama membangun Dogiyai Dou Ena".

Pemerintah daerah berharap niat baik ini dapat menjadi landasan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah dalam proses pembangunan ke depan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali warisan lisan yang selama ini terpinggirkan di tengah arus modernisasi.

Reporter: Yasir
Sumber: sasagupapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top