Tim Gabungan Pemkab Jayapura Turun ke Sungai Kemiri dan Cagar Alam Cycloop, Analisis Potensi Bendungan Alami Akibat Longsor

Penulis: Saiful  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 17:51:01 WIB
Tim gabungan dari tujuh instansi meninjau kawasan Sungai Kemiri dan Cagar Alam Cycloop untuk menganalisis potensi bendungan alami akibat longsor.

SENTANI — Sebanyak tujuh instansi bergabung dalam tim pemantauan yang dikerahkan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mengkaji kondisi terkini di kawasan Gunung Cycloop. Fokus utama tim adalah menganalisis longsoran di Sungai Kemiri yang berpotensi membendung aliran air dan menimbulkan bencana susulan.

Potensi Bahaya Bendungan Alami di Lereng Cycloop

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Derek Timotius Wouw, menegaskan misi tim ini sangat krusial. Hasil analisis di lapangan akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah mitigasi ke depan.

"Kami mendukung penuh apa yang dilakukan tim ini karena kegiatan ini memiliki satu tujuan, yaitu melihat dan mengamati secara langsung kondisi di kawasan Gunung Cycloop," kata Derek dalam keterangannya, Selasa.

7 Instansi Turun ke Lokasi, dari BPBD hingga WWF

Tim gabungan yang dibentuk melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Basarnas, dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Memberamo. Tak hanya itu, Dinas Lingkungan Hidup, WWF Indonesia, serta Pramuka Saka Wanabakti juga ikut serta dalam pemantauan ini.

Hasil Analisis Wajib Akurat, Kesalahan Berdampak pada Keselamatan

Pemerintah daerah menekankan agar data yang dikumpulkan bersifat akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Derek mengingatkan bahwa kesalahan dalam menganalisis kondisi alam dapat berakibat fatal bagi warga.

"Kami menekankan pentingnya ketelitian dalam menyusun hasil kajian, sebab kesalahan dalam menganalisis kondisi alam dapat berdampak terhadap keselamatan masyarakat, terutama jika potensi bencana tidak teridentifikasi secara tepat," ujarnya.

Sentani: Zona Rawan Bencana yang Butuh Mitigasi Maksimal

Menurut Derek, wilayah Sentani merupakan kawasan dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Oleh karena itu, upaya mitigasi harus dilakukan secara maksimal untuk meminimalkan risiko terhadap penduduk setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan untuk mengumpulkan data dasar penyusunan mitigasi bencana di pegunungan Cycloop.

Reporter: Saiful
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top