BIAK — Pemkab Biak Numfor bersama Bank Indonesia Papua kembali menggelar High Level Meeting (HLM) tahun 2026 sebagai forum penguatan kapasitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sekda Biak Numfor Zacharias L Mailoa menegaskan bahwa dukungan BI telah membawa inovasi nyata dalam menjaga stabilitas harga di daerah.
Dari HLM tersebut terungkap sejumlah program konkret yang sudah berjalan di Biak Numfor. Salah satunya adalah pemberian subsidi harga bahan pangan, terutama cabai yang kerap menjadi penyumbang inflasi.
"Sedangkan terobosan lain Pemkab Biak Numfor, yakni menyediakan fasilitas angkutan gratis untuk membantu pemasaran hasil kebun petani orang asli Papua," ujar Mailoa dalam sambutannya.
Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat rutin menggelar pasar murah di berbagai distrik, terutama saat hari besar nasional. Langkah ini diambil untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Kepala Perwakilan Papua Bank Indonesia Warsono mengatakan HLM tahun ini tidak hanya membahas anggaran, tetapi juga tata kelola TPID yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
"HLM di Biak bertujuan untuk meningkatkan penguatan kapasitas TPID melalui mitigasi iklim, optimalisasi anggaran serta tata kelola TPID," kata Warsono.
Pihaknya menilai kolaborasi dengan Pemkab Biak Numfor menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dan bank sentral bisa bersinergi menekan inflasi di tingkat kabupaten.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Gunadi menambahkan bahwa Pemkab Biak Numfor secara konsisten mengalokasikan anggaran khusus untuk program pengendalian inflasi setiap tahun. Salah satu realisasinya adalah operasi pasar pangan murah yang menyasar kebutuhan pokok.
"HLM Pemkab Biak Numfor bersama Perwakilan Papua Bank Indonesia banyak berkontribusi memberikan masukan bagi pemerintah TPID," ujar Gunadi.
Ia berharap forum tahunan ini bisa terus berlanjut untuk menjaga stabilitas perekonomian daerah, terutama dalam memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Biak Numfor.