Operasi Militer di Korowai, Yahukimo dan Boven Digoel: Warga Mengungsi ke Hutan Tanpa Bekal, Anak-anak Putus Sekolah

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:19:31 WIB
Warga Korowai membangun kamp darurat dari kayu dan dedaunan di pengungsian akibat operasi militer di perbatasan Yahukimo dan Boven Digoel.

JAYAPURA — Hidup di pengungsian tanpa bekal bahan makanan yang cukup membuat warga Korowai di perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Boven Digoel bertahan dalam kondisi serba kekurangan. Operasi militer yang masih berlanjut hingga hari ini, Sabtu (1/8/2026), memaksa mereka menjauh dari permukiman dan berlindung di kamp-kamp darurat yang terbuat dari kayu dan rerumputan seadanya.

Belum ada data resmi mengenai jumlah pasti warga yang mengungsi ke hutan Korowai. Namun, sebagian besar masyarakat dari dua kabupaten tersebut dikabarkan meninggalkan rumah mereka sejak 21 Juli 2026 untuk menghindari dampak operasi militer besar-besaran.

Anak-anak Tak Bisa Sekolah, Lansia Kesulitan Berobat

Dampak paling terasa dari pengungsian ini adalah terhentinya aktivitas pendidikan. Anak-anak Korowai yang biasanya bersekolah di kampung kini tidak bisa lagi mengakses layanan pendidikan. Akses kesehatan juga terputus, terutama bagi warga sakit, orang tua, dan lansia yang membutuhkan penanganan medis rutin.

Kebutuhan pangan menjadi persoalan paling krusial. Stok makanan yang dibawa saat meninggalkan rumah tidak cukup untuk bertahan di lokasi pengungsian. Kamp-kamp darurat dibangun dengan bahan apa adanya, hanya mengandalkan kayu dan dedaunan sebagai pelindung dari cuaca.

Warga Berharap Ada Perhatian Serius Pemerintah

Di tengah situasi genting itu, warga pengungsi hanya bisa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan semua pihak. Mereka membutuhkan bantuan logistik, layanan kesehatan, dan kepastian keamanan untuk dapat kembali menjalani kehidupan normal.

Belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah daerah mengenai perkembangan operasi militer dan rencana penanganan warga pengungsi. Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat akses ke wilayah Korowai yang sulit dijangkau dan minimnya infrastruktur komunikasi.

Reporter: Sutomo
Sumber: suarapapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top