100 Akademisi UNDIP Terjun ke Perbatasan Keerom, Fokus Rancang Solusi Nyata untuk Kawasan Transmigrasi Senggi dan Web

Penulis: Yasir  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:41:01 WIB
akademisi UNDIP memulai pengabdian di Keerom, Papua, untuk merancang solusi pembangunan di kawasan transmigrasi Senggi dan Web.

KEEROM — Sebanyak 100 akademisi dari 20 Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi memulai pengabdiannya di Kabupaten Keerom, Papua. Mereka akan bekerja selama kurang lebih empat bulan untuk merancang solusi percontohan pembangunan di kawasan transmigrasi yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Wakil Bupati Keerom, Daud, menyebut kehadiran tim ini sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Keerom memiliki potensi besar yang belum digarap maksimal, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga kekayaan sosial budaya masyarakat.

"Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah serta masyarakat Keerom," ujar Daud dalam sambutannya.

Bukan Sekadar Riset, Targetnya Solusi yang Bisa Diterapkan di Lapangan

Koordinator TEP UNDIP 2026, Prof. Wiwandari Handayani, menegaskan bahwa program tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Orientasinya kini lebih aplikatif, bukan hanya memetakan potensi atau mengidentifikasi masalah.

Tim diarahkan untuk menyusun dan menerapkan pilot solution atau solusi percontohan. Artinya, hasil kajian para akademisi diharapkan tidak berhenti sebagai rekomendasi teoritis di atas kertas, melainkan menjadi model penyelesaian masalah yang bisa langsung diuji dan dirasakan dampaknya oleh warga.

Dukungan Penuh Pemkab Keerom untuk Kawasan Transmigrasi yang Mandiri

Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program ini. Dukungan masyarakat setempat disebut menjadi kunci agar inovasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah, bukan sekadar konsep dari luar.

Dengan pendekatan lintas disiplin ilmu, para akademisi diharapkan mampu memperkuat pengembangan potensi lokal dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Kolaborasi ini juga menjadi wujud kontribusi UNDIP dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk penghapusan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan pengurangan kesenjangan.

Setelah masa penugasan berakhir, model pembangunan yang dihasilkan diharapkan bisa dilanjutkan dan dikembangkan sendiri oleh pemerintah daerah dan masyarakat Keerom.

Reporter: Yasir
Sumber: undip.ac.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top