PAPUA — Manajemen Pertamina Patra Niaga tidak hanya bekerja dari balik meja. Pekan ini, jajaran komisaris dan direksi turun langsung ke lapangan meninjau kesiapan operasional sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sumatera Utara. Inspeksi ini merupakan bagian dari program Management Walkthrough (MWT) yang menyasar lima lokasi berbeda: dua SPBU di Kota Medan, dua di Kabupaten Deli Serdang, dan satu di Kabupaten Karo.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan yang dipimpin Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga, Panel Barus, dan Direktur Transformasi, Digitalisasi & Sustainability, Tenny Elfrida, memeriksa langsung sejumlah aspek krusial. Mulai dari ketersediaan stok BBM di dalam tanki pendam, penerapan standar keselamatan kerja (HSSE), hingga berdialog dengan operator dan pelanggan untuk menjaring masukan.
Hasilnya, seluruh titik yang dikunjungi dinyatakan dalam kondisi prima. Stok BBM aman dan penyaluran berjalan normal, memastikan masyarakat tidak akan kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Panel Barus menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ia memastikan tim di lapangan bekerja ekstra untuk menjaga ritme pelayanan.
“Selama beberapa hari kami melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, hingga Kabupaten Karo. Kami memastikan operasional SPBU telah berjalan normal dan pasokan BBM berada dalam kondisi aman,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Medan.
Senada dengan itu, Tenny Elfrida menyoroti pentingnya evaluasi berkelanjutan pada sistem distribusi. Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan penyempurnaan teknis guna memperkuat keandalan pasokan ke masyarakat.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menambahkan bahwa arahan dari dewan komisaris dan direksi akan diimplementasikan secara konsisten. Pihaknya akan memperkuat monitoring operasional di seluruh area kerja, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga wilayah Sumatera Bagian Utara lainnya.
“Kami terus memperkuat monitoring operasional SPBU, kondisi stok, dan penyaluran BBM. Bersama seluruh pemangku kepentingan, kami berkomitmen menjaga keandalan distribusi energi,” tegas Sunardi.
Langkah pengawasan ini menjadi krusial mengingat Sumatera Utara merupakan salah satu lumbung konsumsi BBM nasional dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Pertamina Patra Niaga memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi.
Masyarakat diimbau untuk membeli BBM sesuai kebutuhan di SPBU resmi Pertamina. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi layanan Pertamina Customer Solution di nomor 135.