JAYAPURA — Tim medis Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura berhasil mengeluarkan 11 serpihan proyektil yang bersarang di tubuh Salbiah, korban penembakan dalam perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem, Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Operasi pengangkatan proyektil itu dilakukan pada Rabu (12/8) dan berjalan lancar.
Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menyampaikan langsung perkembangan tersebut saat menjenguk korban di ruang perawatan. Ia menegaskan bahwa kondisi Salbiah jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali dirujuk dari Wamena ke Jayapura.
"Secara umum tidak ada yang menyebabkan berkurangnya fungsi kaki maupun otot korban," kata Febriel di Jayapura, Kamis (13/8).
Pernyataan itu sekaligus menjawab kekhawatiran keluarga mengenai kemungkinan dampak jangka panjang dari luka tembak yang dialami Salbiah. Dokter yang menangani memastikan proses pemulihan berjalan positif pascaoperasi pengangkatan serpihan proyektil.
Dalam kunjungannya, Pangdam juga menyampaikan keprihatinan atas insiden yang menimpa warga sipil di tengah kegiatan budaya tersebut. Ia menegaskan aparat keamanan akan terus berupaya menjaga keamanan agar masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.
"Kami bersama aparat keamanan lainnya akan terus berupaya menjaga keamanan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, termasuk saat mengikuti kegiatan budaya dan sosial kemasyarakatan," ujarnya.
Febriel mengimbau warga untuk segera melapor kepada aparat apabila mengetahui keberadaan orang tidak dikenal yang mencurigakan atau diduga membawa senjata. Langkah ini dinilai penting untuk melakukan pencegahan lebih dini di tengah meningkatnya potensi gangguan keamanan.
Insiden penembakan terjadi di kawasan kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem pada Sabtu (8/8). Peristiwa itu mengakibatkan dua warga sipil terluka, satu di antaranya membutuhkan penanganan medis lanjutan di Jayapura karena harus menjalani tindakan operasi oleh dokter spesialis.
Pascakejadian, aparat keamanan meningkatkan pengamanan dan patroli di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi gangguan serupa. Proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku penembakan masih terus berlangsung.