PAPUA — FusionDock Ultra menjadi salah satu docking station paling agresif di pasaran, mengusung arsitektur dual-chip untuk menjaga performa stabil saat banyak perangkat terhubung secara bersamaan. Dengan bandwidth dua arah 80Gbps yang bisa mencapai 120Gbps dalam konfigurasi display-heavy, dock ini dirancang untuk menangani beban kerja produksi yang intensif.
Kemampuan menampilkan empat monitor 6K secara native menjadi nilai jual utama dock ini. iVANKY mengklaim pengguna tidak memerlukan driver pihak ketiga seperti DisplayLink, sehingga tidak ada lapisan software tambahan yang membebani sistem macOS.
Namun, jumlah layar yang didukung tetap bergantung pada spesifikasi chip Mac yang digunakan. Artinya, pembeli tetap harus memastikan perangkat mereka mampu menjalankan konfigurasi display yang diinginkan sebelum mengeluarkan budget untuk dock ini.
Dengan 26 port yang tersebar di bagian depan dan belakang, pengguna bisa membiarkan mikrofon, headphone, speaker, dan perangkat audio lain tetap terpasang. Kehadiran DisplayPort 2.1 dan HDMI 2.0 memberikan fleksibilitas dalam memilih monitor, sementara pembaca kartu UHS-II mempercepat transfer file dari kamera.
Kabel aktif 80Gbps yang disertakan dirancang untuk mendukung kecepatan koneksi yang dibutuhkan storage dan multi-display saat sesi produksi berlangsung. Desain konektor ganda dengan engsel magnetis juga memudahkan pemasangan ke MacBook Pro, Mac mini, atau Mac Studio.
FusionDock Ultra dijual dengan harga promosi USD 649,99 (sekitar Rp 10,7 juta), turun 13 persen dari harga normal USD 749,99 (sekitar Rp 12,3 juta). Angka ini menempatkan dock tersebut di segmen premium pasar aksesori Mac.
Perlu dicatat, produk ini tidak mendukung Windows PC, Intel Mac, maupun Chromebook. Bagi pengguna ekosistem non-Apple Silicon, opsi docking station universal lain mungkin lebih masuk akal secara biaya dan fungsionalitas.
FusionDock Ultra jelas ditujukan bagi profesional kreatif yang bekerja dengan Mac Apple Silicon dan membutuhkan banyak layar, storage berkecepatan tinggi, serta koneksi jaringan stabil dalam satu perangkat. Jika kebutuhan Anda tidak sekompleks itu, dock dengan port lebih sedikit bisa menjadi pilihan yang lebih rasional.