12 Sekolah di Fiji Uji Coba Bahasa Mandarin, Guru Lokal Bakal Dilatih Pusat Bahasa Tiongkok

Penulis: Yasir  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:38:31 WIB
sekolah di Divisi Pusat Fiji menjadi lokasi uji coba pengajaran bahasa Mandarin.

JAYAPURA — Sebanyak 12 sekolah di Divisi Pusat Fiji bakal menjadi lokasi uji coba pengajaran bahasa Mandarin. Program yang digagas Kementerian Pendidikan Fiji ini melibatkan enam sekolah dasar dan enam sekolah menengah, dengan fokus utama memperkenalkan bahasa dan budaya Tiongkok kepada para siswa.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Fiji Aseri Radrodro, Direktur Pusat Pendidikan Bahasa Mandarin, dan perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok pekan lalu. Diskusi itu turut membahas penyusunan materi ajar, pelatihan guru, serta akses beasiswa bagi siswa Fiji.

Guru Lokal Jadi Prioritas Pelatihan

Perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok menyatakan kesiapan mendukung inisiatif ini melalui pelatihan guru, penyediaan sumber belajar, dan bidang kerja sama lainnya. Dengan begitu, tenaga pendidik lokal diharapkan mampu mengajar bahasa Mandarin secara mandiri, bukan sekadar mengundang pengajar dari luar.

Menteri Radrodro menyambut baik program yang diusulkan tersebut. Menurut dia, keterampilan bahasa tambahan akan memperluas kesempatan pendidikan bagi siswa dan memperkuat hubungan antar masyarakat Fiji dengan Tiongkok.

Hubungan Diplomatik Kedua Negara Terus Menguat

Langkah ini tak lepas dari hubungan diplomatik Fiji-Tiongkok yang telah terjalin sejak 5 November 1975. Sejak saat itu, kerja sama kedua negara berkembang di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan kebudayaan.

Institut Konfusius Universitas Pasifik Selatan resmi berdiri di Fiji pada September 2012, disusul pendirian Pusat Kebudayaan Tiongkok di Fiji pada Desember 2015. Kedua lembaga itu menjadi jembatan pertukaran budaya yang aktif hingga kini.

Kunjungan Tingkat Tinggi Perkuat Kemitraan

Hubungan bilateral kian erat setelah Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Fiji pada November 2014. Kunjungan itu mengerek status hubungan kedua negara menjadi kemitraan strategis yang bercirikan saling menghormati dan pembangunan bersama.

Empat tahun berselang, pada November 2018, Presiden Xi kembali bertemu perwakilan pemerintah Fiji di Papua Nugini. Kedua pihak sepakat meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis komprehensif.

Pada Agustus 2024, Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok dan bertemu Presiden Xi Jinping. Pertemuan itu menghasilkan Pernyataan Bersama antara Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Fiji, yang turut menjadi landasan percepatan kerja sama pendidikan saat ini.

Kapal Rumah Sakit Tiongkok Pernah Berlabuh di Fiji

Di bidang kemanusiaan, kapal rumah sakit angkatan laut Tiongkok Peace Ark telah dua kali mengunjungi Fiji, masing-masing pada Agustus 2014 dan Agustus 2018. Kapal itu memberikan layanan medis gratis kepada masyarakat setempat.

Program bahasa Mandarin ini diharapkan memberi keterampilan tambahan bagi pelajar Fiji sekaligus memperluas wawasan internasional mereka. Materi pembelajaran yang sesuai konteks lokal menjadi salah satu poin yang tengah disiapkan kementerian bersama mitra dari Tiongkok. (*)

Reporter: Yasir
Sumber: jubi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top