PAPUA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai keberlanjutan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus diiringi penguatan kualitas layanan, bukan sekadar perluasan jumlah penerima. Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana menyebut program yang berjalan sejak Februari 2025 itu telah menggeser paradigma layanan kesehatan nasional dari kuratif menuju preventif. Menurut data yang disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR, layanan ini telah menjangkau 108 juta orang di 10.255 Puskesmas yang tersebar di 38 provinsi.
Endang mengingatkan pemerintah agar tidak berpuas diri dengan angka cakupan yang besar. Ia meminta jaminan bahwa pemeriksaan yang dilakukan berkualitas dan memiliki kejelasan tindak lanjut bagi masyarakat yang ditemukan memiliki masalah kesehatan.
"Program CKG mendorong pergeseran penekanan layanan kesehatan, dari yang selama ini banyak berfokus pada pengobatan menuju penguatan pencegahan dan deteksi dini," kata Endang dalam keterangan resminya, Rabu, 19 Agustus 2026.
Lebih lanjut, PSI memandang pemeriksaan rutin mampu menemukan faktor risiko penyakit lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan cepat dan peluang komplikasi dapat ditekan. Dampak ikutannya, beban ekonomi masyarakat maupun negara untuk perawatan kompleks bisa berkurang signifikan.
"Pemeriksaan rutin memungkinkan faktor risiko dan penyakit ditemukan lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang komplikasi dapat ditekan," ucap Endang.
Meski mendukung penuh, PSI menyoroti sejumlah aspek yang harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam perluasan program ini. Integrasi data kesehatan nasional dinilai menjadi kunci agar riwayat pemeriksaan pasien dapat terpantau berkelanjutan.
PSI menilai keberhasilan CKG tidak hanya diukur dari jumlah orang yang diperiksa, tetapi juga ketepatan sistem rujukan dan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan. Partai pimpinan Kaesang Pangarep itu mendorong agar seluruh data hasil pemeriksaan terintegrasi dalam satu sistem agar pasien dengan indikasi penyakit serius bisa langsung dirujuk ke fasilitas yang memadai.
"Kami mendukung dan mengapresiasi Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih preventif, mudah diakses, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat," tutur Endang.
PSI menegaskan komitmennya mendukung penuh program prioritas pemerintah ini, namun meminta evaluasi berkala terhadap kualitas layanan di daerah. Kepastian ketersediaan alat kesehatan dan tenaga medis di Puskesmas menjadi syarat agar target pencegahan penyakit nasional dapat tercapai optimal.