PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) mencatat 1.039 pelanggan di Tanah Papua telah memanfaatkan Program "Merdeka Daya" berupa diskon biaya tambah daya listrik sebesar 50 persen. General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur menyebut masa berlaku program ini resmi diperpanjang hingga 31 Agustus 2026 untuk menjaring lebih banyak peminat.
JAYAPURA — Minat masyarakat Papua terhadap program diskon tambah daya listrik terbilang tinggi. PLN mencatat lebih dari seribu pelanggan telah mendaftar, angka yang mendorong perusahaan listrik pelat merah itu memperpanjang periode pendaftaran hingga 31 Agustus 2026.
Perpanjangan ini merupakan respons langsung atas kebutuhan warga akan kecukupan daya listrik, baik untuk aktivitas rumah tangga maupun kegiatan produktif yang membutuhkan pasokan lebih besar.
Program "Merdeka Daya" berlaku nasional dan menyasar konsumen tegangan rendah satu fasa di semua golongan tarif. Pelanggan dengan daya awal 450 Volt Ampere (VA) hingga 5.500 VA bisa menambah daya hingga batas maksimal 7.700 VA dengan potongan biaya setengah dari normal.
Namun, ada dua syarat utama yang harus dipenuhi. Calon peserta wajib terdaftar sebagai pelanggan PLN sebelum 1 Agustus 2026 dan tidak memiliki tunggakan tagihan listrik.
PLN memastikan pasokan listrik di wilayah Papua dan Papua Barat aman untuk melayani permintaan yang meningkat. Beban puncak sistem kelistrikan setempat diproyeksikan mencapai 318,11 megawatt (MW), sementara daya mampu pasok tercatat 425,59 MW.
Artinya, terdapat surplus daya sekitar 107,48 MW yang siap dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat. "Kami berharap perpanjangan waktu ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelanggan yang sebelumnya belum sempat mendaftar," ujar Roberth Rumsaur di Jayapura, Rabu.
Dengan adanya ruang pasokan yang cukup, program ini dinilai tepat sasaran untuk mendorong elektrifikasi produktif di Tanah Papua tanpa risiko gangguan pasokan.