OJK Papua Buka Rekening SimPel untuk 75 Pelajar Sekolah Rakyat Jayapura, Tanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Penulis: Fajar  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:12:32 WIB
OJK Papua membuka rekening SimPel bagi 75 pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura dalam perayaan Hari Indonesia Menabung.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua membuka rekening Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) bagi puluhan siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 75 di Jayapura. Langkah ini menjadi bagian dari perayaan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) yang bertujuan membangun kebiasaan finansial sehat sejak usia dini.

JAYAPURA — Sebanyak 75 pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 di Jayapura kini resmi memiliki rekening tabungan sendiri. Pembukaan rekening SimPel itu dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dalam kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) yang digelar di aula sekolah setempat, Kamis.

Kepala OJK Provinsi Papua Fatwa Aulia mengatakan, pemahaman soal uang tidak bisa ditunda. Menurut dia, pelajar perlu tahu cara mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami manfaat menabung sejak dini.

Menabung Bukan Sekadar Menyimpan Uang

Fatwa menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni. Pembukaan rekening secara simbolis menjadi pintu masuk bagi para siswa untuk mengenal produk dan layanan jasa keuangan secara langsung.

"Melalui kegiatan HIM dan Puncak BLK, kami berharap para pelajar khususnya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 dapat membangun kebiasaan menabung sejak dini," kata Fatwa Aulia di Jayapura, Kamis.

Ia menjelaskan, penguatan literasi keuangan kepada pelajar merupakan langkah penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan mandiri secara finansial. Semakin dini kebiasaan ini ditanamkan, semakin siap mereka menghadapi risiko keuangan di masa depan.

Kolaborasi dengan Industri Jasa Keuangan

Kegiatan ini tidak digarap sendiri oleh OJK. Otoritas jasa keuangan menggandeng Industri Jasa Keuangan (IJK) setempat untuk memberikan materi pengelolaan keuangan, pengenalan produk, hingga pemanfaatan layanan keuangan yang aman.

Materi yang disampaikan mencakup cara bijak menggunakan uang, mengenali produk tabungan, serta kewaspadaan terhadap risiko keuangan digital. Hal ini dinilai krusial di tengah maraknya modus penipuan daring yang menyasar anak muda.

"Semakin banyak anak-anak yang memahami pentingnya pengelolaan keuangan, serta mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara bijak dan aman, maka meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keuangan digital, termasuk penipuan dan penggunaan layanan keuangan yang tidak bijak," ujarnya.

Mengapa Literasi Keuangan Penting bagi Pelajar?

Fatwa menilai, generasi muda yang melek finansial akan lebih mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat. Mereka tidak mudah tergiur pinjaman online ilegal atau investasi bodong yang kerap menyasar remaja.

Kebiasaan menabung juga menjadi fondasi kemandirian. Siswa yang terbiasa menabung sejak sekolah akan lebih siap mengelola biaya pendidikan tinggi atau memulai usaha di kemudian hari.

OJK Papua berkomitmen memperluas jangkauan edukasi ini. "Kami akan terus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan industri jasa keuangan untuk memperluas edukasi kepada masyarakat, khususnya kelompok pelajar," kata Fatwa.

Reporter: Fajar
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top