INDEF: Ekonomi Global Masih Dibayangi Ketidakpastian, Pemerintah Diminta Petakan Risiko

Penulis: Ragil  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:06:01 WIB
Ekonom Senior INDEF Aviliani menyampaikan paparannya dalam acara CIMB Niaga Wealth Talks di Papua, Rabu (5/8/2026).

PAPUA — Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai ketidakpastian akan menjadi ciri utama perekonomian global dalam jangka pendek. Senior Economist INDEF, Aviliani, menegaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar siklus, melainkan kenormalan baru yang harus dihadapi dengan strategi tepat.

"Kalau ekonomi global ini kan kita lihat memang ketidakpastian itu akan terus terjadi. Jadi kalau dikatakan sampai kapan, maka saya mengatakan adalah kepastian itu adalah ketidakpastian," ujarnya dalam acara CIMB Niaga Wealth Talks! Global Pressures, Domestic Realities: Economics Insights to Start The Second Semester 2026, Rabu (5/8/2026).

Salah Satu Risiko Utama: Gelombang Pemilu Global

Aviliani menjelaskan, salah satu pemicu utama gejolak saat ini adalah banyaknya negara yang menggelar pemilihan umum. Agenda politik tersebut berdampak langsung pada pergerakan indeks dolar AS yang akhirnya menekan nilai tukar berbagai mata uang, termasuk rupiah.

Fenomena ini menciptakan tekanan yang tidak sederhana bagi pasar keuangan domestik. Pelemahan nilai tukar menjadi perhatian serius karena berpotensi mempengaruhi stabilitas perekonomian secara keseluruhan.

Pentingnya Memetakan Profil Risiko

Menghadapi situasi yang tidak menentu, Aviliani menekankan pentingnya pengenalan terhadap profil risiko. Menurutnya, setiap risiko harus dipetakan secara cermat agar pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menentukan langkah antisipasi yang tepat.

Langkah ini dinilai krusial untuk merespons perubahan kondisi ekonomi yang terjadi cepat dan sering kali di luar perkiraan. Dengan pemetaan yang baik, dampak negatif dari gejolak eksternal dapat diredam.

Apa yang Perlu Dilakukan Indonesia?

Di tengah tekanan global tersebut, Indonesia dinilai perlu memperkuat pengelolaan risiko dan menjaga kepercayaan pasar. Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu fokus utama agar dampak dari ketidakpastian global tidak semakin memperberat ekonomi domestik.

Koordinasi kebijakan yang solid antara pemerintah dan otoritas moneter menjadi kunci dalam menjaga stabilitas. Kepercayaan pasar yang terjaga akan membantu meredam gejolak yang berasal dari eksternal.

Para pelaku bisnis pun diharapkan lebih adaptif terhadap perubahan. Kewaspadaan terhadap pergerakan pasar global menjadi modal penting untuk mengambil keputusan investasi yang bijak di tengah situasi yang masih akan bergejolak.

Reporter: Ragil
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top