JAYAPURA — Pembukaan Piala Soeratin Papua 2026 berlangsung di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Kamis (27/8/2026). Asisten I Sekda Papua, Yohanes Walilo, yang membuka secara resmi ajang ini menegaskan bahwa turnamen tersebut bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan wadah pembinaan karakter bagi generasi muda Papua.
"Papua memiliki sejarah panjang dan prestasi membanggakan di dunia sepak bola Indonesia. Dari tanah ini lahir banyak pemain hebat," ujar Yohanes dalam sambutannya.
Ia berharap ajang ini kembali melahirkan talenta muda yang berdisiplin dan mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional. Menurutnya, pembentukan mental dan karakter jauh lebih penting ketimbang sekadar memenangi pertandingan.
Yohanes berpesan agar para pemain berani bermimpi besar dan berlatih sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa pemain besar bukanlah mereka yang tidak pernah kalah, melainkan yang mampu bangkit setiap kali mengalami kekalahan.
"Memenangi pertandingan itu penting, tetapi berproses menjadi pribadi yang baik jauh lebih penting," tuturnya. Ia optimistis para peserta yang bertanding hari ini kelak dapat menembus dan mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia.
Plt. Ketua Asprov PSSI Papua, Arya Sinulingga, menyatakan fokus utama kepengurusannya adalah memperbanyak jam terbang pemain muda melalui kompetisi berkelanjutan. Pengurus sebelumnya hanya memutar kategori U-13, kini ditambah menjadi U-13, U-15, dan U-17.
"Tanpa memperbanyak pertandingan dan turnamen, anak-anak tidak akan bisa berkembang," kata Arya.
Untuk menekan biaya operasional klub dan mengatasi minimnya keikutsertaan daerah, PSSI Papua akan menerapkan sistem kompetisi berbasis regional dari tingkat kabupaten/kota sebelum melangkah ke tingkat provinsi. Wilayah seperti Biak-Supiori atau Yapen dan sekitarnya akan dibuat satu regional, begitu pula Jayapura.
"Cara ini efektif menekan biaya transportasi dan akomodasi peserta," jelasnya.
Selain kompetisi, PSSI Papua menargetkan peningkatan kualitas SDM melalui pelatih, wasit, dan match commissioner tersertifikasi dalam tiga bulan ke depan. PSSI Papua juga memberikan kemudahan bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ingin mendaftar afiliasi dengan skema pembayaran cicilan selama satu tahun.
Sekretaris Panitia, Arifin Soleh, mewakili Ketua Panitia Daud Arim, menyampaikan bahwa kompetisi berlangsung pada 27 Agustus hingga 8 September 2026 mengusung format setengah kompetisi (home tournament).
Kategori U-13 diikuti Nafri FC, Cenderawasih Trikora, SSB Batik, SSB Petra, Eleven Wise FC, dan Serui Football Academy. Kategori U-15 diikuti Cenderawasih Trikora, SSB Batik, SSB Petra, SSB Real Gunmer, Eleven Wise FC, Embun Supiori, dan Serui Football Academy. Sementara kategori U-17 hanya diikuti Eleven Wise FC dan Serui Football Academy.