TBS Energi Utama: Pendapatan Non-Batu Bara Kini 66,5 Persen, Laba Kotor Naik Dua Kali Lipat

Penulis: Ragil  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:35:31 WIB
Direktur dan CFO TBS Energi Utama, Juli Oktarina, memaparkan kinerja keuangan perseroan pada semester I 2026 di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

PAPUA — Transformasi bisnis yang dijanjikan manajemen PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) mulai membuahkan hasil nyata. Pada semester I 2026, pendapatan konsolidasi perseroan mencapai 173 juta dolar AS, dengan kontribusi terbesar justru datang dari lini usaha non-batu bara yang melonjak hingga 66,5 persen. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun sebelumnya ketika batu bara masih menjadi tulang punggung pendapatan.

Direktur dan Chief Financial Officer TBS, Juli Oktarina, menegaskan bahwa pergeseran ini bukan sekadar wacana. "Tahun lalu batu bara masih jadi penyumbang utama pendapatan kami. Hari ini bisnis non-batu bara kami dua kali lipat lebih besar, dan bisnis inilah yang menghasilkan kas. Inilah transisi yang kami janjikan, dan kuartal kedua menunjukkan kami berada di jalur yang benar untuk bertransformasi menjadi bisnis infrastruktur berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Laba Kotor Meningkat Signifikan di Tengah Perampingan Aset

Kinerja keuangan TBS pada periode ini menunjukkan efisiensi yang tinggi. Laba kotor konsolidasi berhasil digenjot lebih dari dua kali lipat menjadi 28,2 juta dolar AS, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 13,9 juta dolar AS. Peningkatan ini ditopang oleh penurunan beban pokok pendapatan sebesar 13,5 juta dolar AS, yang otomatis mendorong margin kotor perseroan naik dari 8,1 persen menjadi 16,3 persen secara tahunan.

Menariknya, pertumbuhan laba ini terjadi di tengah penurunan total aset perseroan sebesar 3,6 persen secara tahunan. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa TBS mampu menghasilkan keuntungan lebih besar dengan basis aset yang lebih ramping. EBITDA konsolidasi pun ikut meningkat 23,7 persen, menunjukkan perbaikan fundamental bisnis di luar sektor ekstraktif.

Arus Kas Membaik, Utang Jangka Pendek Menyusut

Perbaikan kinerja juga terlihat jelas dari sisi likuiditas. Arus kas operasi TBS berhasil berbalik arah dari negatif 31,6 juta dolar AS menjadi positif 14,6 juta dolar AS pada semester I 2026. Perputaran positif ini memberikan ruang fiskal yang lebih sehat bagi perseroan untuk membiayai operasional maupun ekspansi bisnis hijau ke depan.

Hingga 30 Juni 2026, posisi kas TBS tercatat sebesar 94,7 juta dolar AS. Manajemen juga berhasil menekan utang bank jangka pendek hingga 30,9 persen secara tahunan, diikuti penurunan total liabilitas jangka pendek sebesar 13,5 persen. Pengelolaan liabilitas yang lebih ketat ini menunjukkan disiplin keuangan yang semakin solid di tengah masa transisi.

Langkah TBS keluar dari bisnis pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) dan memangkas volume perdagangan batu bara hingga dua pertiga dari periode sebelumnya memang sempat menahan laju pendapatan. Namun, strategi ini justru terbukti mampu menjaga stabilitas pendapatan konsolidasi sekaligus meningkatkan profitabilitas secara signifikan, membuktikan bahwa bisnis berkelanjutan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menguntungkan secara bisnis.

Reporter: Ragil
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top