BIAK NUMPOR — Sebuah proyektil mortir militer yang diduga kuat merupakan sisa peninggalan era Perang Dunia II ditemukan di area kawasan hutan Kabupaten Biak Numfor, Papua. Benda berbahaya itu ditemukan secara tidak sengaja oleh tim gabungan pemadam bersama warga setempat yang tengah berupaya memadamkan titik api karhutla di kawasan perbukitan tersebut.
Mortir berukuran besar yang tertimbun di dalam tanah itu tersingkap ke permukaan setelah vegetasi semak belukar di sekitarnya hangus terbakar api. Keberadaan amunisi artileri berat ini menjadi pengingat bahwa Pulau Biak merupakan salah satu medan pertempuran sengit antara pasukan Sekutu dan tentara Kekaisaran Jepang pada palagan Pasifik tahun 1944.
Mendapati temuan benda mencurigakan berbentuk mortir peledak, petugas pemadam langsung menghentikan sementara penyisiran di titik tersebut. Laporan segera diteruskan kepada aparat kepolisian serta TNI setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Tim Penjinak Bom (Jibom) diterjunkan ke lokasi untuk memasang garis pengaman dan mensterilkan radius bahaya dari aktivitas warga. Proses evakuasi amunisi dilakukan secara hati-hati sesuai prosedur keselamatan standar militer.
Amunisi artileri berat seperti mortir ini kerap tertinggal dan masih berpotensi aktif meski telah terpendam selama puluhan tahun di alam terbuka. Kondisi tanah dan cuaca di kawasan hutan Biak dinilai mampu menjaga komponen peledak tetap dalam keadaan bahaya.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat dan regu pemadam karhutla di wilayah Biak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di dalam hutan atau membuka lahan.
Warga diminta untuk tidak menyentuh, memindahkan, apalagi membakar area yang dicurigai terdapat material peledak sisa perang. Langkah ini untuk menghindari risiko ledakan fatal yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.
Segera melapor kepada pos keamanan terdekat menjadi langkah yang disarankan apabila menemukan benda serupa di lokasi lain. Penanganan oleh tim ahli tetap menjadi prioritas utama dalam kasus temuan benda berbahaya seperti ini.