PAPUA — Menjadi seorang ibu muda memang punya tantangannya sendiri. Hal ini juga dirasakan oleh Kylie Jenner, yang mengaku kehilangan banyak momen masa muda karena harus mengurus anak di usia yang sangat belia. Pengakuan jujur ini disampaikan dalam wawancara terbarunya dengan Who What Wear, Kamis (27/8/2026).
Ibu dua anak ini membuka suara tentang perjalanan emosionalnya setelah melahirkan putra pertamanya, Stormi, di usia 20 tahun. Ia merasa fase hidup yang seharusnya diisi dengan kebebasan dan eksplorasi diri, justru harus ia lewati dengan tanggung jawab besar sebagai orang tua.
Kylie mengungkapkan bahwa masa-masa setelah melahirkan adalah periode yang sangat berat baginya. Ia harus berhadapan dengan depresi pascamelahirkan yang memengaruhi kondisi mentalnya. Hal ini membuatnya sadar bahwa menjadi ibu muda tidak semudah yang dibayangkan banyak orang.
"Setengah pertama usia 20-an saya seperti, 'Kamu hamil,' lalu dilanjutkan dengan satu tahun masa pemulihan. Belum lagi kondisi mental saya, depresi pascamelahirkan, dan semua hal lainnya," ujar Kylie, seperti dikutip dari Page Six.
Pengalaman ini pun membuatnya mengambil keputusan besar. Setelah melahirkan putra keduanya, Aire, di usia 25 tahun, ia bertekad untuk tidak memiliki anak lagi dalam waktu dekat. Ia ingin fokus memulihkan diri dan menikmati sisa usia 20-annya.
Kini di usianya yang menginjak 29 tahun, Kylie merasa lebih percaya diri dan bebas. Kekasih aktor Timothee Chalamet ini mengaku ada perubahan besar dalam cara pandangnya terhadap hidup. Ia mulai berpikir tentang apa yang ingin ia capai sebelum memasuki usia 30 tahun.
"Saya rasa ada sesuatu yang terjadi ketika menginjak usia 29 tahun—tahun depan saya akan berusia 30 tahun. Rasanya seperti waktu terus berjalan, meskipun sebenarnya kita masih sangat muda," jelasnya.
Perasaan ini mendorongnya untuk lebih berani mengambil keputusan dan mencoba hal-hal baru. Kylie tidak ingin suatu hari nanti menyesali masa mudanya yang terlewat begitu saja karena terlalu fokus pada tanggung jawab sebagai ibu.
Meski mengaku kehilangan masa muda, Kylie menegaskan bahwa ia tidak menyesali keputusannya menjadi ibu. Ia justru bangga bisa menjalani kehidupan yang dewasa sejak usia muda. Namun, ia juga belajar bahwa penting untuk tetap memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.
"Saya adalah orang yang percaya diri dalam kehidupan pribadi saya," kata ibu dua anak tersebut. "Saya rasa, menjadi perempuan dan manusia memang tidak mudah karena pengalaman yang sangat unik ketika mendapatkan begitu banyak perhatian."
Baginya, menjadi ibu bukan berarti harus kehilangan jati diri. Kylie berusaha memastikan agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Ia ingin terus melakukan hal-hal berani dan memberi dirinya lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh.
"Meskipun saya sudah punya anak di usia yang sangat muda, saya merasa menjalani kehidupan yang sangat dewasa sejak masih muda. Dan saya berusaha memastikan agar tidak ada penyesalan, melakukan hal-hal berani, memberi diri saya lebih banyak kesempatan, atau memanfaatkan kesempatan yang sudah saya miliki," pungkasnya.
Kisah Kylie Jenner ini menjadi pengingat bahwa menjadi ibu muda adalah perjalanan yang kompleks. Ada kebahagiaan, tetapi juga ada pengorbanan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menemukan keseimbangan antara peran sebagai orang tua dan kebutuhan pribadi, tanpa harus merasa bersalah.