3 Polisi dan 2 Warga Ditemukan Selamat Setelah 6 Hari Terombang-ambing di Laut, Speedboat Serui-Waropen Dievakuasi ke Nabire

Penulis: Saiful  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16:31 WIB
Kelima penumpang speedboat Serui-Waropen yang hilang selama enam hari ditemukan selamat dan dievakuasi ke Nabire.

JAYAPURA — Operasi pencarian selama enam hari terhadap speedboat yang hilang di perairan Teluk Cenderawasih akhirnya membuahkan hasil. Kelima penumpang yang sempat dinyatakan hilang sejak Minggu (23/8/2026) ditemukan dalam keadaan selamat sekitar pukul 06.55 WIT, Sabtu (29/8/2026).

Speedboat yang membawa tiga personel kepolisian dan dua warga sipil itu terlihat terombang-ambing sekitar 17 mil laut dari Pulau Moor, Kabupaten Nabire, tepatnya pada koordinat 02°43'40.4" S / 135°28'22.3" E.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito membenarkan bahwa seluruh korban dan perahu telah dievakuasi ke Nabire untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Kronologi Hilangnya Speedboat di Tengah Cuaca Buruk

Speedboat tersebut bertolak dari Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, menuju Waropen pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIT. Di tengah perjalanan, perahu diterjang cuaca buruk disertai kabut tebal dan gelombang tinggi.

Laporan kehilangan diterima setelah speedboat tidak kunjung tiba di tujuan. Tim SAR gabungan dari Basarnas Biak, Yapen, dan Nabire, TNI AL Biak, Koramil Waropen, Kodim 1709/Yawa, serta Satpolairud Polres Waropen, Yapen, dan Nabire langsung dikerahkan.

Pencarian menyisiri perairan Pulau Waropen, Pulau Yapen, hingga kawasan Teluk Cenderawasih. Pemantauan udara juga dilakukan menggunakan armada Skuadron Udara Lanud Biak di wilayah perairan Saireri, sementara Stasiun Radio Pantai (SROP) memancarkan sinyal marabahaya kepada kapal-kapal yang melintas.

Identitas Kelima Korban yang Selamat

Kelima korban terdiri dari dua warga sipil dan tiga personel kepolisian. Warga sipil yang selamat adalah Amsal Yowei yang berperan sebagai motoris dan Malfib Yowei selaku penumpang.

Sementara tiga anggota Polri yang ikut dalam speedboat tersebut yakni Bripda Lamek Abon dari Bagian Samapta, Bripda Farel Raunsai dari Satuan Lalu Lintas, dan Bripda Melfin Maniani dari Bidang Dokkes.

Evakuasi oleh KM Masirei dan Penanganan Medis

Awak KM Masirei yang dipimpin Kapten Taufik Efendi menjadi pihak pertama yang melihat speedboat terombang-ambing di tengah laut. Seluruh korban langsung dievakuasi ke atas kapal sekitar pukul 07.00 WIT.

"Tim medis di kapal langsung memberikan penanganan awal dan menyatakan seluruh korban dalam keadaan sehat," ujar Cahyo melalui keterangan tertulis.

Setibanya di Nabire, kelima korban kembali menjalani pemeriksaan medis dari Tim Kesehatan SAR Nabire dan Biddokkes Polda Papua Tengah.

Kepolisian Masih Mendalami Perjalanan Enam Hari di Laut

Kepolisian masih mendalami kronologi perjalanan para korban selama enam hari di laut untuk memastikan apakah perahu sempat terdampar di pulau atau bertahan di perairan lepas. Kapolres Waropen telah bertolak ke Nabire untuk memimpin proses penyerahan resmi para korban kepada pihak keluarga.

Reporter: Saiful
Sumber: seputarpapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top