Persipura Jayapura Luncurkan Tim Musim 2026-2027, Ketua BDC 1963 Soroti Sponsor PT Freeport Indonesia

Penulis: Sutomo  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 19:02:38 WIB

JAYAPURA — Kritik tersebut mengemuka seusai acara launching tim Persipura, jersey terbaru, serta buku berjudul "Persipura dari Masa ke Masa" yang berlangsung di sebuah hotel di Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Rangkaian acara yang sama juga digelar di Sorong, Timika, Yogyakarta, dan Jakarta, sebagai penanda dimulainya persiapan tim menuju Liga 2 musim 2026/2027.

Jansen mengaku menyambut positif peluncuran tim dan mengapresiasi manajemen, terutama Presiden Direktur Nusantara Cenderawasih Karsa (NCK), Owen Rahadiyan, yang dinilai masih setia mengawal Persipura. Namun, pertanyaan utama yang dilontarkannya menyangkut peran PT Freeport Indonesia.

"Bagi kami, ini adalah acara yang dikemas begitu meriah. Menjadi penantian serta kerinduan bagi seluruh fans, pendukung setia, dan masyarakat [Tanah] Papua di musim yang baru ini," kata Jansen kepada Jubi, Senin (31/8/2026).

Alasan Klasik yang Ditolak Suporter

Jansen menyampaikan kegundahannya secara langsung kepada Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Toni Wenas. Ia menyebut Persipura adalah identitas dan benteng terakhir bagi orang Papua untuk mengangkat harkat dan martabat lewat sepak bola, baik di kancah nasional maupun internasional.

"Puluhan tahun [PT Freeport] beroperasi [di Tanah Papua] dengan mengeksploitasi kekayaan sumber daya alam, dari Kontrak Karya pertama 1976, sampai saat ini. Tetapi tidak memberikan dukungan atau sponsor bagi Tim Persipura di Liga 2," ujarnya.

Menurut Jansen, ada dua alasan klasik yang kerap menjadi pembenaran. Pertama, Persipura masih berlaga di kasta kedua Liga 2. Kedua, wilayah administrasi sudah dimekarkan sehingga secara teknis PT Freeport kini berada di Provinsi Papua Tengah, bukan Papua.

Mengapa Suporter Menilai Freeport Tak Adil?

Jansen menegaskan pemekaran provinsi tak mengubah realitas emosional masyarakat. Nama Persipura, kata dia, tetap mampu mempersatukan orang Papua dari pesisir, lembah, hingga pegunungan melebihi batas administratif.

"Sekalipun pemerintahan di Tanah Papua sudah dibagi menjadi enam provinsi, namun tak dapat mengubah rasa cinta, harga diri, dan nama Persipura jauh lebih tinggi di atas segala-galanya bagi orang Papua," katanya.

Ia mengaku miris melihat perusahaan tambang emas dan tembaga yang beroperasi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika itu memberikan dukungan nominal besar kepada Timnas Indonesia, tetapi disebutnya tidak memberi ruang sponsor yang sama untuk Persipura.

"Saya menganalogikan seperti hujan emas di luar Tanah Papua, tapi hujan batu di atas Tanah Papua," ungkap Jansen.

Permintaan kepada Presiden dan Ruang Kritik yang Tertutup

Jansen turut menyampaikan permintaan agar Presiden Republik Indonesia menegur Menteri BUMN dan memanggil pimpinan PT Freeport Indonesia terkait minimnya dukungan untuk Persipura. Ia menilai kondisi ini melukai perasaan masyarakat Papua yang merasa klub kebanggaannya diabaikan oleh perusahaan yang beroperasi di tanah mereka sendiri.

Di sisi lain, Jansen mengaku kecewa karena sebagai perwakilan suporter, ia tak diberi ruang untuk menyampaikan kritik dan saran secara langsung dalam sesi tanya jawab pada acara launching. Padahal, menurutnya, masukan itu murni bentuk empati dan loyalitas terhadap masa depan Persipura.

"Bagi kami dari BDC 1963, tidak ada sesuatu yang lebih berharga dalam hidup ini selain setia, dan loyal untuk Persipura sampai selamanya. Sampai akhir hayat di kandung badan," ucapnya menegaskan.

Pada Liga 2 musim 2026-2027, Persipura tergabung di Grup Timur bersama Barito Putera, PSBS Biak, Persis Solo, Persela Lamongan, Deltras FC, RANS FC, Persiba Balikpapan, Kendal Tornado FC, dan de RED FC.

Reporter: Sutomo
Sumber: jubi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top