Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kayu Batu Jayapura Rampung November 2026, Progres Kini 20 Persen

Penulis: Yasir  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 23:17:01 WIB
Progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kayu Batu, Jayapura, mencapai 20 persen dan ditargetkan rampung November 2026.

Pemerintah Kota Jayapura menargetkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Kayu Batu, Distrik Jayapura Utara, rampung pada November 2026. Proyek yang menjadi bagian dari program Astacita Presiden Prabowo Subianto itu kini telah mencapai progres 20 persen. Nelayan setempat nantinya akan mendapat sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari dermaga tambat labuh hingga cold storage.

JAYAPURA — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Kayu Batu, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, ditargetkan selesai pada November 2026. Progres pengerjaan proyek itu kini telah mencapai 20 persen, dengan pekerjaan yang masih difokuskan pada pembangunan tiang penyangga karena sebagian bangunan berada di atas air.

Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari program Astacita di sektor kelautan dan perikanan. Selain membangun infrastruktur utama, pemerintah daerah juga mengerjakan akses jalan menuju lokasi kampung nelayan tersebut.

Fasilitas yang Disiapkan untuk Nelayan Kayu Batu

Setelah beroperasi, Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi dengan empat fasilitas utama yang menjadi penopang aktivitas warga pesisir. Keempatnya meliputi dermaga tambat labuh, cold storage, tempat kuliner, dan toko perbekalan nelayan.

Dermaga tambat labuh dirancang untuk menjadi tempat sandar kapal ikan. Adapun cold storage berfungsi menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum didistribusikan, sementara tempat kuliner menjadi ruang bagi warga mengembangkan usaha makanan berbasis hasil laut. Toko perbekalan nelayan akan menyediakan kebutuhan operasional melaut.

Mengapa Kampung Kayu Batu Dipilih

Pemilihan Kampung Kayu Batu tidak dilakukan tanpa pertimbangan. Lokasi itu lolos setelah melalui survei dan persyaratan teknis yang dilakukan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Kampung Kayu Batu dipilih berdasarkan hasil survei dan persyaratan teknis yang dilakukan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama tim dari Institut Pertanian Bogor," kata Sibi.

Dukungan juga datang dari masyarakat adat setempat. Mereka telah menghibahkan lahan untuk pembangunan kampung nelayan tersebut, sehingga kebutuhan lahan tidak menjadi kendala di lapangan.

Pengelolaan Diserahkan ke Koperasi Desa

Pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya berada di bawah Koperasi Desa Merah Putih Kampung Kayu Batu. Sementara untuk operasional sehari-hari akan dijalankan oleh manajemen yang saat ini tengah mengikuti pelatihan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar pengelolaan fasilitas berjalan optimal sejak awal operasional, termasuk dalam hal perawatan cold storage maupun pengaturan kunjungan di kawasan dermaga.

Antisipasi Sengketa Lahan Sejak Awal

Sebelum pembangunan dimulai, Dinas Perikanan Kota Jayapura telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Langkah ini ditempuh untuk memastikan status dan kepemilikan lahan, sekaligus menghindari potensi persoalan di masa mendatang.

Dengan persiapan tersebut, pemerintah optimistis pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan dampak ekonomi bagi nelayan di Kayu Batu serta kawasan pesisir Kota Jayapura secara lebih luas.

Reporter: Yasir
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top