Satuan Lalu Lintas Polres Jayapura membawa program Polantas Karib dan Polisi Sahabat Anak ke SD Kristen Permata Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, untuk menanamkan disiplin dan keselamatan berkendara sejak usia dini. Kesadaran terhadap aturan jalan dan perlengkapan keselamatan seperti helm menjadi pesan utama yang disampaikan kepada siswa.
SENTANI — Polisi hadir di tengah lingkungan sekolah bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membangun kedekatan dengan anak-anak lewat pendidikan keselamatan berkendara. Satlantas Polres Jayapura menggelar kegiatan Polantas Karib dan Polisi Sahabat Anak di SD Kristen Permata Sentani, yang berlangsung belum lama ini.
Kehadiran aparat dihadapan para pelajar bertujuan menanamkan pemahaman bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar patuh pada peraturan. Ini menyangkut keselamatan jiwa, baik di jalan raya maupun ketika mereka dalam pengawasan orang tua.
Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Robertus Rengil menjelaskan, program ini merupakan upaya strategis untuk menghadirkan Polri sebagai sosok yang dekat dan ramah bagi anak-anak. Lewat pendekatan ini, diharapkan tumbuh persepsi positif terhadap kepolisian sekaligus internalisasi nilai kedisiplinan.
"Kegiatan ini juga untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sekaligus meningkatkan kesadaran anak-anak akan pentingnya keselamatan di jalan raya," ujar Rengil di Sentani, Senin.
Kebiasaan terbentuk melalui pembiasaan yang dimulai lebih awal. Polres Jayapura menilai, menunggu anak menginjak usia remaja untuk mengenalkan aturan lalu lintas sudah terlambat. Pada usia sekolah dasar, pola pikir dan kebiasaan dasar justru sedang terbentuk.
Anak-anak diajak untuk membiasakan hidup disiplin, baik di lingkungan sekolah maupun dalam aktivitas sehari-hari. Menurut Rengil, pembiasaan ini mencakup banyak hal, mulai dari tertib di dalam kelas hingga cara aman beraktivitas di luar sekolah.
"Selain itu, para siswa juga diberikan edukasi mengenai pentingnya disiplin dan keselamatan dalam berlalu lintas," ungkapnya.
Materi yang paling ditekankan dalam kegiatan ini adalah kewajiban memakai helm bagi siapa pun yang membonceng sepeda motor. Polisi mengingatkan para siswa bahwa penggunaan helm adalah langkah proteksi paling sederhana namun paling efektif saat berkendara bersama orang tua.
"Dan salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah penggunaan helm saat berkendara bersama orang tua, demi keselamatan," tegas Rengil.
Lewat penyuluhan yang dikemas dengan pendekatan bersahabat ini, Satlantas Polres Jayapura berharap para siswa tidak hanya memahami aturan, tetapi juga menularkan kebiasaan tertib kepada orang tua dan lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, jalan raya di Kabupaten Jayapura akan semakin aman bagi semua pengguna.