PAPUA — Kekacauan transfer pada deadline day melibatkan empat klub sekaligus: Chelsea, Monaco, Everton, dan Manchester City. Semua pihak akhirnya dirugikan, bahkan satu sumber yang dekat dengan kedua klub menyebut mereka "bermain api dan terbakar". Insiden ini dipicu oleh rencana Chelsea melepas Enzo Fernandez ke Manchester City dengan nilai fantastis 125 juta pound sterling.
Chelsea sebenarnya sudah mengidentifikasi Camara sebagai pengganti Fernandez sejak 10 hari sebelum penutupan bursa. Namun, Direktur Olahraga Monaco, Thiago Scuro, menegaskan bahwa klubnya tidak pernah berniat melepas pemain berusia 22 tahun itu dengan harga yang ditawarkan Chelsea.
Kami berbicara dengan mereka selama 10 hari terakhir. Sekitar pukul 16.00 waktu Inggris kemarin, Chelsea menghubungi kami. Jawabannya tetap sama: tidak," ujar Scuro kepada wartawan, Rabu (4/2) sore WIB.
Monaco bersikukuh menahan Camara karena mereka telah mengizinkan striker Timnas AS, Folarin Balogun, terbang ke Merseyside untuk menyelesaikan transfer senilai 40 juta pound ke Everton. Pada saat itu, Monaco menganggap Camara telah setuju bertahan.
Situasi berubah drastis ketika ada masalah dalam tes medis Balogun di Everton. Chelsea melihat celah dan kembali membuka negosiasi dengan Monaco pada pukul 20.00 waktu Inggris dengan tawaran 47 juta pound. Camara bahkan telah berbicara dengan pelatih Xabi Alonso, menjalani tes medis, dan menandatangani kontrak hingga 2033.
Namun, Everton kembali berniat mengaktifkan transfer Balogun. Monaco pun langsung membatalkan kesepakatan dengan Chelsea, meski klub London itu telah menyelesaikan seluruh dokumen dan tidak membutuhkan deal sheet tambahan.
"Apa yang terjadi adalah sekitar pukul 22.00 waktu kami, Everton menyadari tidak ada masalah dan memutuskan siap menandatangani kontrak untuk Balogun. Begitu kami menerima informasi itu, kami kembali ke Chelsea dan mengatakan tidak ada kesepakatan. Itu juga adil. Itu bagian dari permainan," jelas Scuro.
Keputusan ini tidak lepas dari tekanan finansial. Monaco wajib mengumpulkan 150 juta euro dari penjualan pemain pada musim panas ini untuk mematuhi regulasi keuangan UEFA. Mereka baru mengantongi 106 juta euro, dan transfer Balogun adalah kunci untuk menutup kekurangan tersebut.
Akan tetapi, twist lain muncul pada Selasa (4/2) dini hari. Balogun justru berubah pikiran dan meninggalkan tempat latihan Everton, Finch Farm, tanpa menandatangani kontrak. Scuro mengklaim pemain berusia 25 tahun itu merasa diperlakukan tidak adil, meski Everton membantahnya.
"Saya tidak ingin berperang dengan Chelsea atau Everton. Peran saya adalah melindungi Monaco dan bertindak demi kepentingan terbaik klub. Itu yang saya lakukan sejak tiba. Ini bukan tentang disukai orang di luar klub, tapi melakukan apa yang Monaco butuhkan," tegas Scuro.
Monaco kini masih memiliki peluang untuk menjual pemain ke negara dengan bursa transfer yang masih terbuka. Scuro juga mengonfirmasi bahwa Camara akan kembali dengan kekuatan penuh untuk laga melawan Paris St-Germain, Jumat (7/2) dini hari WIB.
"Seorang pemain bisa bersemangat dengan pembicaraan bersama pelatih dan tawaran klub seperti Chelsea. Ini bukan akhir dunia. Ini satu kesempatan. Untuk pemain dengan level bakat seperti dia, saya yakin dia akan segera mendapat opsi yang lebih baik," pungkas Scuro.