Polda Papua Kerahkan 27 Personel Beri Trauma Healing ke Anak Korban Kebakaran Mandala, 3.000 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 05 September 2026 | 14:01:31 WIB
Personel Polda Papua memberikan trauma healing kepada anak-anak korban kebakaran Mandala di lokasi pengungsian, Jayapura, Jumat (5/9).

Polda Papua mengerahkan 27 personel, termasuk polisi wanita (Polwan), untuk memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada anak-anak korban kebakaran di kawasan padat penduduk Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Kegiatan ini menyusul musibah kebakaran yang terjadi pada Senin (31/8) lalu dan menyebabkan sekitar 3.000 jiwa kehilangan tempat tinggal.

JAYAPURA — Di tengah kepungan abu dan puing sisa kebakaran, tenda-tenda pengungsian di sekitar pantai Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, menjadi saksi upaya pemulihan psikologis bagi puluhan anak yang menjadi korban musibah. Polda Papua menerjunkan tim gabungan untuk memastikan trauma akibat peristiwa kebakaran itu tidak meninggalkan luka mendalam bagi generasi muda yang kehilangan rumahnya.

Kegiatan yang berlangsung di lokasi pengungsian yang didirikan sekitar 150 meter dari titik api itu diawali dengan pembagian bingkisan kepada anak-anak. Kehadiran personel berseragam ini disambut antusias, perlahan mencairkan ketegangan di wajah bocah-bocah yang selama beberapa hari terakhir harus beradaptasi dengan kehidupan darurat di pengungsian.

Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Psikologis Anak

PS. Kabag Psikologi Biro SDM Polda Papua, Kompol Stenly S. Harjo, mengatakan pendampingan yang melibatkan personel Polwan ini dirancang dengan pendekatan humanis. Tujuannya, agar anak-anak merasa lebih aman dan nyaman setelah mengalami peristiwa yang menimbulkan rasa takut maupun kehilangan.

"Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak merasa lebih aman, nyaman dan mampu mengekspresikan perasaan yang muncul setelah mengalami peristiwa yang menimbulkan rasa takut maupun kehilangan," kata Kompol Stenly di Jayapura, Jumat.

Polri Hadir di Tengah Duka Warga Mandala

Menurut Stenly, trauma healing ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam memberikan dukungan kemanusiaan. Kondisi psikologis korban, terutama anak-anak, dinilai perlu mendapatkan pendampingan secara tepat agar mereka bisa menerima kejadian secara bertahap.

"Dengan diberikannya dukungan dan semangat kepada para korban diharapkan dapat membangkitkan kembali mereka sehingga tetap memiliki keceriaan dan harapan untuk menatap masa depan," ujarnya.

Ratusan Jiwa Masih Bertahan di Pengungsian

Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di sekitar pantai Mandala tersebut menjadi salah satu musibah terbesar di Kota Jayapura. Selain kehilangan tempat tinggal, para korban juga kehilangan harta benda dan mata pencaharian, sehingga mereka masih bertahan di lokasi pengungsian untuk mendapatkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya.

Pendampingan psikologis ini diharapkan menjadi langkah awal pemulihan, setidaknya bagi anak-anak yang rentan mengalami gangguan stres pascakejadian. Pihak kepolisian menyatakan akan terus memantau kondisi warga di pengungsian selama masa tanggap darurat berlangsung.

Reporter: Ragil
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top