Polda Papua mengerahkan 27 personel, termasuk polisi wanita (Polwan), untuk memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada anak-anak korban kebakaran di kawasan padat penduduk Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Kegiatan ini menyusul musibah kebakaran yang terjadi pada Senin (31/8) lalu dan menyebabkan sekitar 3.000 jiwa kehilangan tempat tinggal.
JAYAPURA — Di tengah kepungan abu dan puing sisa kebakaran, tenda-tenda pengungsian di sekitar pantai Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, menjadi saksi upaya pemulihan psikologis bagi puluhan anak yang menjadi korban musibah. Polda Papua menerjunkan tim gabungan untuk memastikan trauma akibat peristiwa kebakaran itu tidak meninggalkan luka mendalam bagi generasi muda yang kehilangan rumahnya.
Kegiatan yang berlangsung di lokasi pengungsian yang didirikan sekitar 150 meter dari titik api itu diawali dengan pembagian bingkisan kepada anak-anak. Kehadiran personel berseragam ini disambut antusias, perlahan mencairkan ketegangan di wajah bocah-bocah yang selama beberapa hari terakhir harus beradaptasi dengan kehidupan darurat di pengungsian.
PS. Kabag Psikologi Biro SDM Polda Papua, Kompol Stenly S. Harjo, mengatakan pendampingan yang melibatkan personel Polwan ini dirancang dengan pendekatan humanis. Tujuannya, agar anak-anak merasa lebih aman dan nyaman setelah mengalami peristiwa yang menimbulkan rasa takut maupun kehilangan.
"Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak merasa lebih aman, nyaman dan mampu mengekspresikan perasaan yang muncul setelah mengalami peristiwa yang menimbulkan rasa takut maupun kehilangan," kata Kompol Stenly di Jayapura, Jumat.
Menurut Stenly, trauma healing ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam memberikan dukungan kemanusiaan. Kondisi psikologis korban, terutama anak-anak, dinilai perlu mendapatkan pendampingan secara tepat agar mereka bisa menerima kejadian secara bertahap.
"Dengan diberikannya dukungan dan semangat kepada para korban diharapkan dapat membangkitkan kembali mereka sehingga tetap memiliki keceriaan dan harapan untuk menatap masa depan," ujarnya.
Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di sekitar pantai Mandala tersebut menjadi salah satu musibah terbesar di Kota Jayapura. Selain kehilangan tempat tinggal, para korban juga kehilangan harta benda dan mata pencaharian, sehingga mereka masih bertahan di lokasi pengungsian untuk mendapatkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya.
Pendampingan psikologis ini diharapkan menjadi langkah awal pemulihan, setidaknya bagi anak-anak yang rentan mengalami gangguan stres pascakejadian. Pihak kepolisian menyatakan akan terus memantau kondisi warga di pengungsian selama masa tanggap darurat berlangsung.