PAPUA — Institut Penjamin Keselamatan Jalan Raya AS (IIHS) memang memberi nilai keselamatan menyeluruh yang sangat baik untuk Model 3. Namun, data dari situs pembanding tarif asuransi Insurify menunjukkan fakta berbeda: pengemudi Model 3 harus merogoh kocek lebih dalam untuk perlindungan kendaraannya.
Bahkan BMW Seri 5 yang lebih mahal sekalipun hanya membutuhkan biaya asuransi 277 dolar AS per bulan. Lantas, apa yang membuat Model 3 yang relatif aman ini justru lebih mahal untuk diasuransikan?
Mobil listrik secara keseluruhan terbukti lebih mahal untuk diperbaiki, dan hal ini berimbas langsung pada tarif premi asuransi. Perusahaan manajemen klaim Mitchell mencatat, biaya perbaikan EV memang mulai turun—dari 30 persen lebih tinggi dibanding mobil bermesin bensin pada 2024 menjadi 25 persen lebih tinggi tahun lalu.
Meski begitu, kompleksitas kelistrikan yang lebih besar dan waktu kalibrasi yang lama membuat perbaikan EV tetap lebih mahal. Model 3 yang ringsek biasanya membutuhkan penggantian komponen, bukan perbaikan. Selain itu, kendaraan ini lebih mengandalkan suku cadang original dibandingkan produk aftermarket, sehingga pemilik harus menunggu lebih lama jika part tidak tersedia.
Insurify juga mengungkap data yang memberatkan. Pengemudi Model 3 tercatat mengalami kecelakaan dengan frekuensi 5,9 persen, sedikit lebih tinggi dibanding pengemudi Cybertruck yang berada di angka 5,4 persen. Tingkat klaim asuransi pemilik Model 3 mencapai 25,45 persen, padahal pangsa pasarnya hanya 14,6 persen.
Studi LendingTree pada musim panas lalu juga menunjukkan bahwa pengemudi Tesla secara keseluruhan memiliki catatan berkendara yang lebih buruk. Performa tinggi kendaraan Tesla kerap menggoda pemiliknya untuk melaju melebihi batas kemampuan, dan hal ini tercermin pada angka klaim yang tinggi.
Dampaknya, perusahaan asuransi melihat risiko besar pada merek ini. Mereka tidak melihat gaya berkendara individual Anda—mereka melihat profil risiko pengemudi Tesla Model 3 secara kolektif.
Mitchell juga menyoroti faktor eksternal yang memperumit masalah. Perang dagang yang memicu tarif 50 persen untuk aluminium dari Kanada—negara pemasok 75 persen kebutuhan aluminium AS—ikut mendongkrak biaya produksi. Padahal, konstruksi Model 3 sangat bergantung pada material aluminium meski dirakit di dalam negeri.
Kelley Blue Book mencatat, gabungan biaya material dan tarif langsung telah mendorong kenaikan harga mobil sebesar 10 persen sejak tarif diberlakukan tahun lalu. Mobil yang lebih mahal otomatis berarti nilai pertanggungan yang lebih besar, dan hal ini berujung pada premi yang lebih tinggi pula.
Akademi Aktuaria Amerika sependapat dengan Mitchell: biaya suku cadang yang lebih tinggi akan menaikkan biaya perbaikan, nilai klaim meningkat, dan pada akhirnya premi asuransi ikut naik. Terlepas dari berapa banyak bintang keselamatan atau tanda plus yang diraih sebuah Tesla.