PAPUA — Huawei menambah lini perangkat konektivitas portabelnya lewat Mobile WiFi 5 eSIM Edition. Hotspot ini menyasar pengguna yang butuh koneksi internet bergerak tanpa repot memasang kartu SIM fisik, mengandalkan profil eSIM yang tertanam langsung di perangkat.
Bobotnya 96 gram dengan ketebalan 13,7 mm. Huawei mengklaim perangkat ini 15% lebih tipis dibanding model sebelumnya, cukup ringkas untuk masuk saku atau kompartemen tas kecil.
Fitur utama perangkat ini adalah dukungan eSIM untuk jaringan China Mobile dan China Unicom. Secara default, perangkat dikonfigurasi beralih otomatis antara kedua operator berdasarkan sinyal terbaik yang tersedia.
Pengguna masih bisa menyematkan kartu SIM fisik untuk paket internet standar. Namun perangkat hanya menerima kartu SIM operator standar dan tidak kompatibel dengan kartu SIM IoT.
Mobile WiFi 5 eSIM Edition beroperasi eksklusif pada pita Wi-Fi 2,4 GHz dan belum mendukung pita 5 GHz. Kecepatan transmisi teoretisnya mencapai 300 Mbps, dengan klaim kecepatan unduh 30% lebih kencang dari model generasi ketiga.
Kecepatan aktual di pita 2,4 GHz tetap bergantung pada lokasi dan interferensi area, mengingat banyaknya sinyal Wi-Fi yang bersaing. Perangkat ini bisa menampung hingga 16 perangkat terhubung bersamaan.
Baterainya berkapasitas 2400mAh, cukup untuk pemakaian terus-menerus sekitar 8-9 jam dalam sekali pengisian. Pengisian daya menggunakan port USB-C.
Pengaturan perangkat dan pembelian paket data dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi Huawei Smart Life. Aplikasi ini menampilkan paket data tersedia, penggunaan data saat ini, serta tanggal kadaluwarsa paket.
Huawei mengingatkan pengguna agar berhati-hati dengan profil eSIM. Setelah layanan diaktifkan, nomor yang ditetapkan tidak bisa ditulis ulang ke perangkat lain. Menghapus atau menonaktifkan data SIM akan mengakibatkan hilangnya nomor tersebut secara permanen.
Huawei Mobile WiFi 5 eSIM hadir dengan harga perkenalan 269 yuan di opsi warna Cyan. Harga retail yang disarankan sebesar 299 yuan. Perangkat ini diperkenalkan untuk pasar Tiongkok, belum ada keterangan soal ketersediaan di pasar lain termasuk Indonesia.