PAPUA — Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan dua kanal resmi untuk mengecek status penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan sosial (bansos) lain langsung dari HP. Pengguna tidak perlu datang ke kantor pemerintah cukup membuka situs cekbansos.kemensos.go.id atau mengunduh aplikasi Cek Bansos di Google Play Store dan App Store.
Pengecekan sebaiknya dilakukan berkala. Status penerima tidak permanen dan bergantung pada pemutakhiran data yang dilakukan pemerintah, sehingga nama yang sebelumnya terdaftar belum tentu kembali menerima bantuan pada periode berikutnya.
Beberapa program utama yang statusnya dapat dicek melalui kanal resmi Kemensos meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT Dana Desa, dan BLT Kesra yang bersifat situasional.
PKH disalurkan kepada keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dengan pencairan per tiga bulan atau empat kali setahun. Besarannya bervariasi: ibu hamil/nifas dan anak usia dini 0-6 tahun menerima Rp750.000 per tahap, sementara siswa SD mendapat Rp225.000 per tahap.
BPNT atau bantuan Sembako disalurkan dalam bentuk uang ke rekening penerima melalui bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BTN) atau PT Pos Indonesia untuk wilayah 3T. Nominalnya Rp200.000 per bulan, sehingga pencairan tiga bulan sekaligus mencapai Rp600.000.
BLT Dana Desa dialokasikan paling tinggi 25 persen dari pagu Dana Desa, dengan besaran Rp300.000 per bulan selama 12 bulan per keluarga penerima manfaat. Adapun BLT Kesra disalurkan secara situasional tergantung kebijakan daerah.
Metode pertama menggunakan browser di HP tanpa perlu instalasi aplikasi tambahan. Prosesnya memakan waktu hanya beberapa menit.
Alternatif kedua menggunakan aplikasi resmi Kemensos yang bisa diunduh gratis. Aplikasi ini juga menyediakan fitur pengajuan dan sanggahan, bukan sekadar pengecekan status.
Selain mengecek status, aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat akun baru, mengusulkan calon penerima, atau menyampaikan sanggahan terhadap penerima yang dianggap tidak memenuhi kriteria.
Data penerima bansos ditetapkan berdasarkan peringkat desil tingkat kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diperbarui secara berkala. Masyarakat yang masuk Desil 1 hingga Desil 4 kelompok 40 persen terbawah menjadi prioritas utama penerima bansos reguler.
Jika NIK tidak terdaftar atau data tidak sesuai, pengguna bisa mengajukan pemutakhiran melalui aplikasi Cek Bansos, SIKS-NG lewat operator desa/kelurahan, atau Dinas Sosial setempat.
Kriteria penerima BLT Dana Desa, misalnya, adalah keluarga miskin ekstrem yang berdomisili di desa, dengan prioritas lansia miskin, penyandang disabilitas, keluarga dengan penyakit kronis, dan keluarga yang belum menerima bantuan sosial lain.
Verifikasi dan validasi data dilakukan pemerintah secara berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Karena itu, pengecekan rutin lewat kanal resmi menjadi langkah paling aman bagi penerima maupun calon penerima bansos.