PAPUA — Langkah ini diambil setelah antrean kendaraan di beberapa SPBU Makassar dan sekitarnya memanjang dalam beberapa pekan terakhir. Permintaan yang melonjak, terutama pada BBM bersubsidi, membuat sejumlah stasiun kehabisan stok di jam-jam sibuk.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan perusahaan menambah pasokan BBM ke Terminal BBM untuk memperkuat suplai ke Makassar. Tujuannya agar ketersediaan di level SPBU tetap aman meski permintaan sedang tinggi.
"Pertamina meningkatkan pasokan BBM ke Terminal BBM untuk memperkuat suplai BBM ke Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman. Untuk merespons peningkatan permintaan tersebut, kami meningkatkan penyaluran, mengoptimalkan operasional SPBU, serta memperkuat distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan penyesuaian pasokan secara cepat sesuai kebutuhan," jelas Kitty dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Selain menambah volume, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan jam operasional SPBU dan memperkuat jalur distribusi. Penyesuaian dilakukan per wilayah, mengikuti pola konsumsi yang berbeda antara satu kabupaten/kota dan lainnya.
Kenaikan permintaan paling terasa pada Solar JBT, jenis BBM bersubsidi yang paling banyak dipakai angkutan barang, nelayan, dan pelaku usaha kecil. Kenaikannya mencapai 10–15 persen dibanding periode sebelumnya.
Bagi sopir truk dan pemilik usaha logistik di Sulawesi Selatan, antrean di SPBU berarti waktu tempuh bertambah dan biaya operasional naik. Keluhan serupa datang dari nelayan yang mengandalkan solar untuk melaut, serta pedagang pasar yang mengangkut barang setiap hari.
Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap mengikuti kuota yang ditetapkan pemerintah. Pengawasan dilakukan agar tidak ada penyaluran ke pihak yang tidak berhak, termasuk penggunaan berulang oleh kendaraan yang sama.
Perusahaan menyatakan akan terus memantau kondisi lapangan dan menyesuaikan pasokan secara cepat. Jika permintaan tetap tinggi, penambahan pasokan bisa dilakukan lagi tanpa menunggu jadwal distribusi rutin.
Pemerintah daerah dan aparat setempat diminta ikut mengawasi penyaluran agar BBM bersubsidi sampai ke pengguna yang berhak. Koordinasi lintas instansi dinilai penting supaya lonjakan permintaan tidak berujung pada kelangkaan di wilayah tertentu.
Penutup: Tambahan pasokan ini menjadi ujian bagi Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keandalan distribusi di daerah dengan pola konsumsi BBM bersubsidi yang fluktuatif. Jika permintaan terus naik tanpa penyesuaian kuota, antrean di SPBU berpotensi kembali muncul pada bulan-bulan berikutnya.