BIAK — Workshop yang dibuka pada Senin (14/9/2026) ini menyasar pendataan OAP di tiga distrik: Biak Timur, Oridek, dan Yendidori. Sebanyak 200 peserta dari 55 kampung terlibat, bersama para kepala distrik dari berbagai wilayah Kabupaten Biak Numfor.
Pendataan ini bertujuan membangun basis data OAP yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan dan peningkatan pelayanan masyarakat. Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) dan Jerat Papua menjadi pendukung utama kegiatan.
Bupati Biak Numfor dalam sambutannya yang disampaikan Plt Asisten 1 Sekda Biak Numfor Simon Rumpaisum menyebut ketepatan data sebagai landasan utama perencanaan.
"Ketepatan data adalah kunci utama keberhasilan perencanaan pembangunan. Pembagian hak-hak dasar serta penyaluran program afirmasi Otsus agar tepat sasaran, adil, dan menyentuh langsung ke akar rumput," ujarnya.
Bupati menilai kehadiran platform digital SIO Papua sebagai langkah revolusioner dan strategis untuk menjawab tantangan data kependudukan OAP. Sistem ini diharapkan menyajikan data dari tingkat kampung hingga kabupaten secara lebih akurat dan akuntabel.
Senior Manager Program SKALA Provinsi Papua, Septer Manufandu, menjelaskan program ini merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, serta Kementerian PPN/Bappenas.
"Dan kita diberikan mandat, Program SKALA diberikan mandat untuk mendampingi semua provinsi-provinsi, 12 provinsi di Indonesia. Enam provinsi ada di Tanah Papua," ujarnya.
Khusus di Provinsi Papua, pendampingan dilakukan bersama Bappeda dan organisasi perangkat daerah terkait, terutama untuk layanan dasar serta perencanaan pembangunan yang berkaitan dengan Otonomi Khusus.
"Salah satu mandat yang paling penting dari Program SKALA adalah bagaimana menyediakan data yang akurat, data yang valid untuk perencanaan berbasis pada bukti," kata Septer.
Kepala Pusdalispang Bapperida Provinsi Papua, Dr. Agustinus Hartopo, menekankan pembangunan harus didukung data yang baik dari tingkat pemerintahan paling bawah hingga provinsi dan nasional.
"Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik dan perencanaan yang baik serta sasaran yang baik," ujarnya.
Para kader yang terlibat dalam pendataan disebut berperan penting sebagai ujung tombak penghimpunan informasi dari distrik dan kampung. Kualitas data di tingkat bawah akan berpengaruh terhadap proses perencanaan pembangunan secara berjenjang.
"Kalau mereka berhasil mengumpulkan data yang baik, maka tentu secara simultan baik dari distrik, kemudian kabupaten, provinsi, dan nasional, data itu akan sangat berguna di dalam perencanaan pembangunan," kata Agustinus.
Pendataan berbasis SIO Papua diharapkan menjadi fondasi penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih akurat, terukur, dan tepat sasaran, mulai dari tingkat kampung hingga provinsi dan nasional.