PAPUA — Khadam menjadi proyek kolaborasi dua negara serumpun yang menempatkan Aghniny Haque sebagai pemain utama. Aktris kelahiran Semarang ini mengaku karakter Melor adalah peran pertama baginya sebagai ibu sekaligus penyandang tunawicara.
"Untuk memerankan tuna wicara dan juga ibu, ini baru pertama kali dan rasanya sangat bangga dan bersyukur," ujar Aghniny dalam jumpa pers tersebut.
Ia menambahkan, "Ternyata seindah itu ya untuk menjadi ibu."
Belajar Bahasa Isyarat dan Mengasah Kelembutan
Latar belakang Aghniny sebagai mantan atlet taekwondo membuat gerak tangannya cenderung kaku. Ia menyadari hal itu menjadi tantangan tersendiri saat harus menyampaikan dialog lewat bahasa isyarat.
"Disiplin saya waktu itu adalah atlet, saya sedikit kaku untuk menyampaikan sebuah bahasa sign language dengan tangan. Saya banyak mengasah kelembutan," tutur perempuan yang akrab disapa Ninin itu.
Kebiasaan sehari-hari juga harus ia ubah. Ninin mengaku punya kecenderungan bergerak serba cepat dan kurang peka terhadap apa yang dirasakan maupun dikerjakan.
"Sehari-hari saya kalau jalan tuh harus buru-buru. Biasanya enggak suka aware sama apa yang saya rasakan, sama apa yang saya kerjakan, selalu cepat-cepat," tambahnya.
Kunci Mendalami Karakter Melor
Bagi Ninin, membangun kedekatan dengan karakter tidak dilakukan dengan menghakimi. Ia justru menekankan pentingnya mencintai karakter lebih dulu, termasuk saat Melor membuat keputusan yang bisa dipertanyakan penonton.
"Kuncinya adalah dengan tidak menghakimi karakternya. Walaupun karakternya sering membuat keputusan yang mungkin bisa kita pertanyakan, tapi sebagai aktor kita harus mencintai karakternya dulu," katanya.
Ia juga menyebut perlunya membuka diri sepenuhnya terhadap karakter dan memahami keseluruhan cerita dalam naskah sebelum menentukan pendekatan akting.
"Kita harus benar-benar mengosongkan gelas, terus membaca script sampai harus tahu sebenarnya script itu ngomongin apa dan maunya ke mana," pungkasnya.
Enggak Berani Main-Main
Aghniny menempatkan Melor sebagai peran yang penting dalam kariernya. Karena itu, ia tidak ingin melewatkan satu detail pun dalam proses pendalamannya.
"Karena ini adalah peran yang menurut aku sangat penting, makanya aku juga enggak berani main-main untuk memerankannya. Jadi setiap detail enggak akan aku lepaskan," ujarnya.
Sebelumnya, Ninin memang langganan membintangi film horor Tanah Air. Khadam menambah daftar panjang proyek genre serupa yang ia bintangi, kali ini dengan tantangan baru sebagai ibu tunawicara dalam produksi lintas negara Malaysia-Indonesia.