JAYAPURA — Penanganan terhadap kelompok kriminal bersenjata di Papua tidak dilakukan secara serampangan. Wakil Kepala Polda Papua Brigjen Pol Muhajir menyatakan setiap tindakan aparat mengikuti standar operasi prosedur yang berlaku, dengan mempertimbangkan latar belakang keberadaan kelompok tersebut secara menyeluruh.
Pernyataan itu disampaikan Muhajir di Jayapura, saat menerima kunjungan kehormatan Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia Adriaan Palm. Menurutnya, pemerintah dan aparat keamanan terus mendorong pendekatan sosial dan kemanusiaan di wilayah-wilayah yang terdampak gangguan keamanan.
Pendekatan itu diwujudkan antara lain melalui pemberian akses pendidikan bagi masyarakat dan anak-anak di wilayah terdampak. Muhajir menilai keberadaan KKB memiliki berbagai latar belakang yang perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi keamanan semata.
Muhajir mengakui kondisi keamanan di Papua masih menjadi perhatian, khususnya di sejumlah wilayah dengan tantangan geografis dan potensi gangguan keamanan. Polda Papua disebut terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di masing-masing wilayah hukum.
Setiap informasi yang diterima, kata dia, ditindaklanjuti melalui mekanisme sesuai ketentuan dan kondisi di lapangan. Penanganan keamanan tidak dilakukan aparat secara sendiri-sendiri.
"Penanganan keamanan tidak dilakukan oleh aparat secara sendiri-sendiri sehingga pihaknya terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dengan melibatkan masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus menjaga stabilitas keamanan," ujar Muhajir.
Polda Papua membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan melibatkan masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus menjaga stabilitas keamanan. Muhajir didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Polda Papua saat menyampaikan keterangan tersebut.
Meski mengedepankan pendekatan sosial, aparat tidak akan ragu mengambil tindakan tegas. Tindakan itu dilakukan terutama bila mengancam keselamatan masyarakat, sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku.
"Aparat keamanan akan mengambil tindakan tegas terutama bila tindakan tersebut mengancam keselamatan masyarakat, sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku," kata Muhajir.
Wakil Dubes Belanda untuk Indonesia Adriaan Palm menyebut kunjungan kerjanya merupakan bagian dari upaya Pemerintah Belanda memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi di berbagai daerah di Indonesia. Ia juga ingin mendengar dan melihat langsung perkembangan yang terjadi sejak kunjungan sebelumnya.
Belanda berkomitmen memperkuat hubungan dan kerja sama dengan Indonesia di sejumlah bidang, antara lain pertanian, pengelolaan air, energi terbarukan, lingkungan, kemaritiman, pendidikan, dan kebudayaan.
"Hubungan Indonesia dan Belanda dibangun berdasarkan prinsip kemitraan dan kerja sama yang setara," kata Adriaan Palm.