JAYAPURA — Anggota Tim Ekspedisi Patriot ITB Kluster Kesehatan, Cindy Avici Hutauruk, SFarm, menyatakan pengembangan Lerehfarma.id didasarkan pada hasil survei dan temuan lapangan di sejumlah wilayah pelayanan kesehatan Distrik Yapsi. Platform itu menyediakan informasi mengenai layanan dan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat, edukasi penyakit, data kesehatan, serta kanal pengaduan masyarakat.
Selain pemanfaatan teknologi digital, tim memberikan edukasi mengenai penyakit yang banyak menjadi perhatian warga setempat, seperti malaria, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan skabies atau kudis. Peserta kegiatan meliputi tenaga kesehatan, karang taruna, dan anggota PKK.
Mereka didorong meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di lingkungannya.
Tim juga membahas persoalan air bersih dan sanitasi melalui pelatihan mengenali kondisi air menggunakan indikator pH universal. Kegiatan ini berkaitan dengan temuan lapangan mengenai keterbatasan sumber air di beberapa wilayah Distrik Yapsi.
Dalam pemeriksaan salah satu sumber air tadah hujan yang digunakan warga, tim memperoleh nilai pH 5. Sementara pH air normal berada di kisaran 6 hingga 7.
Temuan tersebut menjadi bahan edukasi mengenai pentingnya memperhatikan kualitas air bagi warga Distrik Yapsi.
Tim menyediakan poster edukasi untuk ditempatkan di pustu sebagai media pendukung bagi tenaga kesehatan. Poster itu membantu tenaga kesehatan menyampaikan informasi pencegahan penyakit kepada masyarakat.
Informasi dalam poster diharapkan dapat diteruskan kepada warga di lingkungan masing-masing. Langkah ini melengkapi kanal pengaduan dan data kesehatan yang sudah tersedia di Lerehfarma.id.