PAPUA — Developer Skylar Taylor-Barrick merilis proyek open-source gbos-vm yang memungkinkan sistem operasi Googlebook OS berjalan di Mac berprosesor Apple Silicon lewat virtual machine. Proyek ini berhasil mengintegrasikan akselerasi GPU berbasis Metal, sesuatu yang jarang tercapai pada emulasi lintas arsitektur grafis. Pengguna Mac kini bisa menguji antarmuka Googlebook OS tanpa harus membeli perangkat fisiknya.
Proyek gbos-vm memakai recovery image resmi milik Dell Googlebook yang diunduh langsung dari server Google. Karena citra tersebut dirancang untuk komputer fisik, bagian vendor partition dibangun ulang memakai komponen dari proyek perangkat virtual Google Cuttlefish, sementara system partition dibiarkan utuh.
Googlebook OS secara bawaan mengandalkan API grafik Vulkan, sedangkan macOS memakai Metal. Taylor-Barrick menjembatani perbedaan itu dengan MoltenVK, lapisan penerjemah perintah Vulkan ke Metal, sehingga antarmuka sistem operasi bisa diolah langsung oleh GPU Apple Silicon tanpa membebani CPU.
Ada tiga persoalan teknis yang harus diakali. Pertama, Android membagikan buffer grafik antara OpenGL ES dan Vulkan memakai mekanisme Linux yang tidak didukung macOS. Proyek ini mengakalinya lewat POSIX shared memory, lalu mengimpor buffer tersebut ke Metal dan MoltenVK.
Kedua, Metal mewajibkan baris tekstur diberi padding 16-byte, sementara Android tidak. Bantalan itu ditambahkan di sisi Mac agar sistem operasi guest dapat memproses tekstur secara normal. Ketiga, tingkat penyegaran tampilan masih dibatasi 60 FPS akibat keterbatasan konfigurasi QEMU, meski Chrome dan antarmuka berjalan lancar.
Untuk mencoba gbos-vm, pengguna membutuhkan Mac berbasis Apple Silicon (M-Series) dengan RAM minimal 16 GB dan ruang penyimpanan kosong sekitar 60 GB. Dari sisi perangkat lunak, ada beberapa komponen yang harus dipasang lebih dulu.
Meski berhasil menjalankan Chrome dan antarmuka dengan akselerasi GPU, Taylor-Barrick menegaskan proyek ini murni eksperimental. Ada sejumlah keterbatasan keamanan dan stabilitas yang membuatnya belum layak dipakai untuk komputasi sehari-hari.
Mesin virtual ini tidak memiliki hardware secure element, sehingga kunci enkripsi terpaksa dikelola lewat perangkat lunak yang jauh lebih rentan. Vendor partition yang telah dimodifikasi juga kehilangan fitur proteksi Verified Boot.
Dari sisi fungsionalitas, dukungan Bluetooth masih sebatas modul simulasi dan tidak dapat terhubung ke perangkat fisik. Pengeluaran audio belum konsisten, sementara fungsi klik kanan dan clipboard belum teruji menyeluruh untuk sesi penggunaan jangka panjang.
Bagi pengembang dan antusias teknologi, gbos-vm membuka jalur eksplorasi untuk menjajal ekosistem Googlebook OS langsung di atas perangkat keras Apple. Proyek ini dikutip detikINET dari Techspot, Senin (12/10/2026).