JAYAPURA — Sosialisasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat (PPPS) terbaru digelar Pengprov PERSINAS ASAD Papua dengan melibatkan pengurus, dewan pendekar, wasit juri, jajaran pelatih, dan pesilat dari sejumlah padepokan. Peserta yang hadir langsung di Aula PPPM Al-Manshurin, Kota Jayapura, berasal dari wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura.
Kegiatan yang berlangsung Sabtu (3/10/2026) itu juga diikuti secara daring oleh peserta dari Kabupaten Keerom, Sarmi, Biak Numfor, Supiori, dan Jayawijaya. Jangkauan peserta yang tersebar di enam kabupaten dan kota menunjukkan pembinaan pencak silat di Papua tidak lagi terpusat di ibu kota provinsi.
Mengapa Regulasi Baru Perlu Dipahami Sejak Awal
Wakil Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Papua Heru Prasetya menjelaskan, sosialisasi ini menyasar kesiapan teknis maupun mental para pesilat. Menurutnya, aturan tanding yang berubah menuntut penyesuaian dari semua pihak, mulai dari pelatih hingga wasit.
"Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pengurus, pesilat dan pelatih PERSINAS ASAD agar semakin cakap, paham, dan siap mental untuk bertanding dalam berbagai event maupun laga, baik di tingkat provinsi maupun nasional," kata Heru.
Ia menambahkan, pemahaman aturan yang matang diharapkan membuat para pesilat kembali berlatih dengan semangat dan tetap menjunjung sportivitas. Dua hal itu disebutnya menjadi modal utama mengejar prestasi di level yang lebih tinggi.
"Dengan pemahaman aturan yang matang, diharapkan para pesilat dapat berlatih kembali dengan penuh semangat, sportif, dan berprestasi," tambah Heru.
Wasit Juri dan Pelatih Jadi Ujung Tombak Penyebaran Aturan
Materi PPPS disampaikan langsung oleh dewan pendekar serta wasit juri yang berkompeten di bidangnya. Salah satu pemateri, Sutikno, memaparkan aturan tanding terbaru yang akan dipakai pada berbagai kejuaraan mendatang.
Menurut Sutikno, sosialisasi bukan hanya soal memahami aturan, tetapi juga memastikan aturan itu sampai ke tingkat padepokan. Wasit juri dan pelatih berperan sebagai perantara yang meneruskan pemahaman tersebut kepada para atlet binaan mereka.
"Sosialisasi ini juga menjadi sarana strategis bagi para wasit juri dan pelatih untuk menyerap, memahami, dan meneruskan aturan PPPS yang terbaru kepada para atlet di padepokan masing-masing," kata Sutikno.
Ia berharap program pembinaan semacam ini berlanjut dan berdampak pada peningkatan prestasi PERSINAS ASAD di tingkat regional maupun nasional.
"Semoga sosialisasi ini bermanfaat dan program pembinaan ini terus berlanjut, membawa optimisme tinggi bagi perkembangan prestasi PERSINAS ASAD ke jenjang yang lebih tinggi," tambahnya.
Peta Pembinaan Pesilat di Papua
Peserta yang hadir di Jayapura terdiri dari pengurus, dewan pendekar, wasit juri, pelatih, dan pesilat dari berbagai padepokan. Sementara peserta daring tersebar dari Keerom, Sarmi, Biak Numfor, Supiori, hingga Jayawijaya yang secara geografis cukup jauh dari ibu kota provinsi.
Model sosialisasi hibrida ini memungkinkan padepokan di kabupaten terpencil tetap mengakses aturan terbaru tanpa harus mengirim delegasi ke Jayapura. Bagi Pengprov PERSINAS ASAD Papua, pemerataan pemahaman regulasi menjadi langkah awal menyiapkan atlet menghadapi agenda kejuaraan provinsi dan nasional.