SENTANI — Ondofolo Dasim Kleubeuw, Harly Ohei, meminta warga Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura menjauhi kegiatan aksi demo KNPB. Ia mengingatkan bahwa kegiatan semacam itu berisiko berujung pada tindakan anarkis yang merugikan masyarakat banyak.
Menurut Harly, perdamaian adalah kepentingan bersama seluruh masyarakat Papua di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia menegaskan tujuan utama adalah membawa NKRI tetap damai di Tanah Papua.
Ondofolo: Aspirasi KNPB Tidak Mewakili Seluruh Masyarakat Adat
Ondofolo Kampung Asei Besar, Marthen Ohee, menilai aspirasi kelompok KNPB tidak bisa serta-merta dianggap mewakili seluruh masyarakat adat Papua. Meski mengatasnamakan Orang Asli Papua, ia menyatakan pihak adat tidak sepakat dengan klaim tersebut.
"Walaupun mengatasnamakan masyarakat Orang Asli Papua (OAP), tapi dari adat kami mengatakan tidak, itu hanya keinginan sekelompok orang," tegas Marthen.
Demonstrasi Boleh, tapi Harus Beretika dan Beradab
Ondofolo Kampung Adat Homfolo, Anderson Tokoro, mengingatkan kebebasan menyampaikan pendapat tetap harus menghormati hukum, masyarakat, serta norma adat yang berlaku. Ia menekankan demonstrasi seharusnya dilakukan dengan etika dan adab, tanpa sikap anarkis.
"Kalau boleh berdemonstrasi, tetapi demonstrasi yang beretika dan punya adab, jangan ada sikap anarkis yang ditunjukkan di atas tanah ini," ujarnya.
Warga Diminta Waspadai Informasi Provokatif
Ketua Peradilan Adat Dewan Adat Sentani, Yacob Fiobetauw, meminta masyarakat lebih berhati-hati menerima informasi. Ia mengimbau warga tidak mudah mengikuti ajakan yang dapat memicu ketegangan.
"Saya mengimbau seluruh masyarakat agar tidak terjebak dan tidak terprovokasi dengan ajakan atau isu-isu yang merusak negara kita Republik Indonesia," kata Yacob.
Para tokoh adat berharap masyarakat dari berbagai suku terus mengedepankan persaudaraan dan bersama-sama menjaga Papua tetap aman dan damai.
Kondisi Kondusif Dinilai Penting untuk Aktivitas Warga
Kondisi yang kondusif dinilai penting agar kehidupan keluarga, aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan masyarakat, serta pembangunan di Papua dapat terus berjalan. Para tokoh adat menekankan provokasi maupun konflik berpotensi mengganggu semua sektor tersebut.
Seruan ini menjadi penegasan bahwa keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jayapura maupun Kota Jayapura merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat keamanan.