JAYAPURA — Gubernur Papua Komjen Pol. (Purn) Matius D. Fakhiri, S.I.K., S.H., M.H. resmi melantik dan mengukuhkan pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua periode 2026-2031. Pelantikan berlangsung di Tongkonan, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Kamis (8/10), bersamaan dengan pelantikan Yayasan Tongkonan Provinsi Papua periode 2026-2031.
AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. dikukuhkan sebagai Ketua Umum IKT Provinsi Papua. Sebanyak 30 pengurus dilantik dalam acara yang disaksikan panitia pelantikan dan sejumlah sesepuh masyarakat Toraja di Papua.
IKT Berdiri Sejak 1963 di Jayapura
Fakhiri menyebut IKT Provinsi Papua memiliki sejarah panjang. Organisasi ini telah berdiri sejak 10 Juli 1963 di Jayapura, dirintis oleh para sesepuh masyarakat Toraja.
Menurut Gubernur, keberadaan IKT bukan hanya bagian dari perjalanan masyarakat Toraja. Organisasi tersebut juga telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan di Papua.
"Pelantikan hari ini hendaknya tidak dipandang hanya sebagai seremoni organisasi. Ini adalah momentum untuk melanjutkan pengabdian, memperkuat persaudaraan dan memperbesar kontribusi masyarakat Toraja bagi Papua," ujar Fakhiri.
Motto Siporannu Sipopa'di Sangkutu' Banne Jadi Pegangan
Fakhiri mengapresiasi tujuan IKT dalam memperkuat persatuan dan kesatuan, membina kekeluargaan, kegotongroyongan dan kebersamaan. Ia juga mendorong pengembangan potensi warga Toraja bagi pembangunan daerah dan nasional.
Gubernur menekankan pentingnya menjaga nilai dalam motto IKT, yakni "Siporannu Sipopa'di Sangkutu' Banne, Sangboke Amboran". Motto itu bermakna saling berbagi dalam suka dan duka serta bersatu erat dalam satu ikatan.
"Nilai ini harus terus dihidupkan, bukan hanya dalam lingkungan keluarga Toraja, tetapi juga dalam kehidupan bersama sebagai masyarakat Papua," katanya.
Fakhiri berharap pengurus IKT periode 2026-2031 menjadikan organisasi sebagai rumah bersama yang terbuka, inklusif dan produktif. Ia mendorong keterlibatan generasi muda dan perempuan, serta pengembangan pendidikan, kewirausahaan, kepedulian sosial, dan kebudayaan.
"Kepada seluruh keluarga besar Toraja di Papua, saya mengajak untuk terus menjaga identitas dan budaya, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap Papua sebagai Tanah Bersama. Keberagaman bukan alasan untuk terpisah, tetapi kekuatan untuk saling melengkapi," ucapnya.
Tongkonan Disiapkan Jadi Pusat Pendidikan hingga Olahraga
Ketua IKT Provinsi Papua AKBP Zet Saalino menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, khususnya Gubernur Papua, yang telah melantik kepengurusan IKT periode 2026-2031. Ia menyatakan kepengurusan baru berkomitmen menjadikan IKT sebagai paguyuban besar dan Tongkonan sebagai rumah bersama masyarakat Toraja di Papua.
"Kami ingin menjadikan Tongkonan ini rumah bersama, rumah untuk seluruh masyarakat Toraja di Papua. Tempat untuk datang menyelesaikan berbagai permasalahan dan juga tempat untuk menaikkan puji syukur kepada Tuhan," katanya.
Zet menjelaskan program kerja IKT ke depan dibagi dalam tiga tahap: jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, pihaknya akan memperkuat soliditas seluruh organisasi masyarakat Toraja yang ada di Provinsi Papua.
"Kita jadi solid. Jika ada hal-hal yang perlu diselesaikan, kita selesaikan segera untuk ke depan kita semakin baik dan bersatu," ujarnya.
IKT, lanjut Zet, tetap terbuka dan inklusif, tidak hanya bagi masyarakat Toraja tetapi juga dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat asli Papua dan seluruh masyarakat di Tanah Papua.
PAUD hingga Seni Budaya di Kawasan Tongkonan
Selain memperkuat organisasi, kawasan Tongkonan akan diarahkan menjadi pusat pendidikan, budaya dan olahraga. Pengembangan pendidikan dilakukan secara bertahap, salah satunya dengan mempersiapkan pendidikan mulai dari kelompok bermain atau PAUD.
"Di Tongkonan ini kami akan jadikan pusat pendidikan. Paling tidak kita mulai dari playgroup atau PAUD, secara bertahap kita persiapkan," katanya.
Tongkonan juga akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, termasuk ruang bagi masyarakat Toraja untuk berkreasi bersama masyarakat asli Papua. Kawasan tersebut akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan olahraga dan ruang bagi pemuda mengembangkan kreativitas.
Zet mengajak seluruh masyarakat Toraja di Papua ikut menjaga keamanan dan kedamaian serta mendukung program pembangunan pemerintah. Menurutnya, masyarakat Toraja harus terus membangun kehidupan yang berdampingan dengan seluruh masyarakat asli Papua dan menjadi bagian dari upaya menjaga keharmonisan di Tanah Papua.
Ketua Panitia Pelantikan, Mika Sapan, berharap kepemimpinan AKBP Zet Saalino dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Toraja di Provinsi Papua.