Pencarian

UNIKA Fajar Timur Papua Resmi Berdiri di Jayapura, Terima Hampir 100 Mahasiswa di Tahun Pertama

Minggu, 11 Oktober 2026 • 08:46:31 WIB
UNIKA Fajar Timur Papua Resmi Berdiri di Jayapura, Terima Hampir 100 Mahasiswa di Tahun Pertama
Perayaan syukur Dies Natalis ke-59 STFT Fajar Timur sekaligus delapan bulan perjalanan UNIKA Fajar Timur Papua di Jayapura, Sabtu (10/10/2026).

JAYAPURA — Perjalanan pendidikan tinggi Katolik di Tanah Papua mencatat lembar baru. Setelah 59 tahun berkarya lewat STFT Fajar Timur, lembaga itu bertransformasi menjadi universitas dengan nama UNIKA Fajar Timur Papua. Momentum ini ditandai perayaan syukur Dies Natalis ke-59 STFT Fajar Timur sekaligus delapan bulan perjalanan universitas di Jayapura.

Perayaan yang digelar Sabtu (10/10/2026) itu bukan sekadar seremoni. Ada penegasan komitmen meneruskan warisan pendidikan, iman, ilmu pengetahuan, dan pelayanan bagi Gereja serta masyarakat di Tanah Papua.

Transformasi Bukan Pemutusan Sejarah

Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Teologi Katolik (STTK) Papua, Dr. drg. Aloisius Giyai, M.Kes., menegaskan bahwa perubahan status kelembagaan bukan berarti memutus sejarah yang dibangun puluhan tahun. Menurutnya, UNIKA Fajar Timur Papua berdiri di atas fondasi perjuangan panjang Gereja Katolik.

"Transformasi menjadi universitas bukanlah pemutusan sejarah STFT, melainkan kelanjutan dan perluasan karya pendidikan yang telah dirintis oleh Gereja di Tanah Papua. Kita tidak memulai dari nol, tetapi melanjutkan warisan iman, ilmu pengetahuan, tradisi intelektual, dan pengabdian yang telah dibangun selama puluhan tahun," tegas Aloisius dalam sambutannya.

Ia memaparkan jejak lembaga tersebut. Perintisan pendidikan calon imam dimulai Agustus 1964. Akademi Teologi Katolik didirikan 10 Oktober 1967, lalu perkuliahan pertama berjalan 15 Februari 1969 dengan 12 mahasiswa dan tiga dosen.

Dari titik itu, lembaga berkembang menjadi STFT Fajar Timur hingga akhirnya bertransformasi menjadi universitas.

Status Universitas dan Tanggung Jawab yang Lebih Besar

Aloisius menilai status universitas membawa peluang sekaligus beban tanggung jawab yang lebih berat. Kehadiran UNIKA Fajar Timur Papua dinilai harus memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kesempatan bagi putra-putri Papua mengembangkan kompetensi di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan profesi menjadi salah satu fokus pengembangan. Pendidikan tinggi Katolik di Papua, kata dia, tidak cukup mempertahankan tradisi akademik dan spiritual.

Lembaga itu juga dituntut menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Pengembangan universitas perlu diarahkan pada pendidikan bermutu, penguatan sumber daya manusia, dan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Papua.

Universitas sebagai Persekutuan Hidup, Bukan Sekadar Gedung

Rektor UNIKA Fajar Timur Papua, Pastor Dr. Konstantinus Bahang, OFM, mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan Dies Natalis sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan identitas komunitas akademik. Menurutnya, universitas tidak semata dibangun lewat gedung dan fasilitas.

"Universitas adalah orang-orang, universitas adalah kegiatan, universitas adalah suasana, dan universitas adalah sebuah persekutuan hidup," tegas Konstantinus.

Tema perayaan tahun ini, "Membangun Komunitas Unika Fajar Timur Papua dalam Ikatan Persaudaraan dan Nilai-Nilai Fajarian", dinilai punya makna penting bagi universitas yang masih berada di tahap awal pengembangan. Pengalaman 59 tahun STFT dianggap modal berharga.

Tradisi intelektual, etos kerja, semangat pelayanan, dan nilai-nilai Fajarian perlu dipertahankan sekaligus dikembangkan sesuai tuntutan pendidikan tinggi masa kini. Universitas diharapkan tumbuh sebagai rumah bersama yang membangun persaudaraan dan melahirkan generasi berintegritas.

Hampir 100 Mahasiswa di Tahap Awal

Konstantinus mengungkapkan rasa syukur atas sambutan awal masyarakat terhadap kehadiran universitas. Penerimaan mahasiswa pada tahap awal mencapai hampir 100 orang.

Jumlah itu menjadi modal optimisme untuk melanjutkan pengembangan program studi, memperkuat penyelenggaraan pendidikan, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap UNIKA Fajar Timur Papua.

Pada kesempatan yang sama, Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, menyampaikan bahwa kehadiran UNIKA Fajar Timur Papua merupakan buah dari kerinduan panjang umat Katolik di Tanah Papua.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: koreri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks