PAPUA — Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menandatangani dekrit yang mewajibkan platform digital melindungi anak dari konten dewasa dan berbahaya. Aturan ini berlaku 30 hari kalender sejak ditetapkan, tetapi belum disertai sanksi di tahap awal. Langkah ini menjadikan Meksiko unik karena memakai dekrit presiden, bukan undang-undang baru.
Apa Isi Dekrit Perlindungan Anak Meksiko
Dekrit melarang anak mengakses ujaran kebencian, ekstremisme kekerasan, konten pelecehan atau eksploitasi seksual, bunuh diri, menyakiti diri sendiri, gangguan makan, kekerasan di sekolah, perundungan, cyberbullying, perilaku melanggar hukum, dan materi seksual eksplisit. Aturan ini berlaku untuk media sosial dan platform sejenis.
Kewajiban bagi platform mencakup identifikasi dan penghapusan akun atau konten yang mempromosikan kekerasan. Platform juga harus menyediakan klasifikasi usia untuk konten, alat pengawasan orang tua, serta fitur pelaporan. Untuk pengguna muda, platform diwajibkan menerapkan pengaturan privasi dan keamanan yang lebih ketat.
Ada pula kewajiban menjaga jalur komunikasi dengan aparat penegak hukum yang aktif 24/7. Platform harus menyimpan bukti dan memberi peringatan ke otoritas saat menemukan konten yang mengancam nyawa.
Beda dari Negara Lain: Lewat Dekrit, Bukan Undang-Undang
Meksiko bukan negara pertama yang menerapkan perlindungan anak di ruang digital. Australia, Eropa, dan China sudah lebih dulu mengadopsi aturan serupa, begitu juga sejumlah negara bagian AS seperti Florida, Mississippi, Ohio, dan Texas.
Yang membedakan Meksiko adalah jalur penerapannya. Aturan ini keluar lewat dekrit presiden, bukan melalui undang-undang baru yang dibahas parlemen. Pemerintah menyebut akan menempuh jalur legislasi lanjutan jika perusahaan platform tidak mematuhi aturan.
Sanksi dan Pengawasan
Meski sifatnya wajib, dekrit ini belum punititif pada tahap awal. Artinya, platform yang belum mematuhi tidak langsung dikenai hukuman. Pengawasan kepatuhan dijalankan oleh ADTT (Agency for Digital Transformation and Telecommunications), badan yang menangani transformasi digital dan telekomunikasi di Meksiko.
Pendekatan non-punititif ini memberi ruang bagi platform untuk menyesuaikan sistem sebelum aturan ditegakkan lebih ketat. Namun, pemerintah menegaskan akan mendorong undang-undang baru bila tingkat kepatuhan rendah.
Konteks Kebijakan Digital Meksiko
Sebelum dekrit ini, Meksiko sempat mempertimbangkan pajak delapan persen untuk video game bernuansa kekerasan. Sheinbaum kemudian membatalkan gagasan tersebut.
Australia pernah menjadi pelopor larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun. Implementasinya menemui masalah awal karena anak-anak menemukan cara melewati alat verifikasi usia platform. Pengalaman itu menjadi catatan penting bagi negara yang menerapkan aturan serupa, termasuk Meksiko.
Dampak ke Platform dan Pengguna
Bagi platform global yang beroperasi di Meksiko, dekrit ini menuntut penyesuaian sistem verifikasi usia, klasifikasi konten, hingga mekanisme pelaporan yang lebih responsif. Platform perlu menyiapkan titik kontak resmi dengan otoritas dan prosedur penyimpanan bukti.
Bagi orang tua di Meksiko, aturan ini menyediakan alat pengawasan tambahan. Namun efektivitasnya akan bergantung pada seberapa ketat platform menerapkan verifikasi usia dan seberapa cepat pemerintah menaikkan status aturan dari non-punititif menjadi berkonsekuensi hukum.