PAPUA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan mengawal tuntas perbaikan sarana KRL buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA yang berkali-kali bermasalah saat jam sibuk. Dua rangkaian yang masih dirawat intensif di Depo Bukit Duri membuat tujuh perjalanan lintas Bogor-Jakarta Kota dibatalkan. Perbaikan ini menentukan keandalan layanan harian bagi ratusan ribu pengguna Commuter Line.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menegaskan pihaknya tidak akan melepas begitu saja proses perbaikan rangkaian KRL produksi INKA yang bermasalah. Ia meminta setiap temuan teknis ditangani menyeluruh, dengan langkah korektif yang berdasar hasil pemeriksaan dan evaluasi teknis yang bisa dipertanggungjawabkan.
Permintaan itu muncul setelah rangkaian KRL INKA berulang kali mengalami kendala saat beroperasi di jam sibuk. Keluhan paling sering datang soal pintu kereta yang tidak tertutup sempurna sehingga perjalanan penumpang terganggu.
Dua Rangkaian Masih Diperbaiki di Depo Bukit Duri
PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengonfirmasi dua rangkaian KRL INKA masih menjalani perbaikan intensif di Depo Bukit Duri. Kondisi itu memaksa penyesuaian pola perjalanan lintas Bogor-Jakarta Kota, termasuk pembatalan sejumlah jadwal.
"Pembatalan sejumlah perjalanan tersebut imbas dari dua rangkaian yang stabling di Depo Bukit Duri saat ini masih dalam perbaikan secara intensif," kata Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan dalam keterangan resmi.
Tim teknis KAI Commuter dan INKA disebut terus memaksimalkan waktu perbaikan, dengan tetap berpegang pada standar keselamatan dan keandalan sarana sebelum rangkaian kembali beroperasi.
Tujuh Jadwal yang Dibatalakan
Pembatalan menyasar perjalanan pagi hingga tengah hari, tepat di rentang jam sibuk penglaju. Berikut daftar perjalanan Commuter Line yang dibatalkan imbas pengaturan pola operasi:
- Commuter Line No.1157 (Bogor–Jakarta Kota), keberangkatan pukul 04:03 WIB
- Commuter Line No.1154 (Jakarta Kota–Bogor), keberangkatan pukul 05:36 WIB
- Commuter Line No.1013A (Bogor–Manggarai), keberangkatan pukul 07:16 WIB
- Commuter Line No.1014 (Manggarai–Bogor), keberangkatan pukul 08:37 WIB
- Commuter Line No.1124F (Depok–Bogor), keberangkatan pukul 05:33 WIB
- Commuter Line No.1195F (Cilebut–Jakarta Kota), keberangkatan pukul 06:22 WIB
- Commuter Line No.1192F (Jakarta Kota–Depok), keberangkatan pukul 07:48 WIB
Bobby Minta INKA Bertanggung Jawab
Bobby menempatkan persoalan ini sebagai ujian tanggung jawab industri perkeretaapian nasional. Menurut dia, dukungan terhadap produsen dalam negeri harus berjalan seiring kewajiban menjaga kualitas produk yang dipakai untuk pelayanan publik.
"Kami mendukung kemajuan industri perkeretaapian nasional. Namun, ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan keandalannya harus dijaga secara konsisten. Ini adalah hal yang kami minta kepada INKA untuk dipastikan," ujar Bobby.
Ia menambahkan, penyelesaian harus tuntas dan hasilnya terlihat pada performa rangkaian di lapangan. Pelanggan, kata Bobby, butuh kepastian bahwa sarana yang mereka naiki setiap hari bisa diandalkan.
"Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan ketika perjalanan terganggu, terlebih pada jam sibuk saat kebutuhan mobilitas sangat tinggi," kata Bobby.
Tekanan Publik dari Media Sosial
Keluhan pengguna KRL INKA sebelumnya ramai di media sosial. Selain pintu yang sulit menutup sempurna, sejumlah penumpang pernah harus dipindahkan ke rangkaian lain setelah KRL INKA mengalami kendala di kawasan Pasar Minggu.
Perbaikan sarana KRL INKA menjadi penentu apakah KAI Commuter bisa menekan risiko pembatalan perjalanan di lintas terpadat Jabodetabek. Bagi penglaju Bogor-Jakarta Kota, kepastian jadwal sama pentingnya dengan kenyamanan rangkaian yang mereka tumpangi setiap hari.